Foto: Nurul Faisol, Ketua HIMASAA UMSurabaya bersama Bhante/ Bikhu Chiradamu dalam acara dialog lintas agama. (agiel/pijarnews.id)

Surabaya – Himpunan Mahasiswa Studi Agama-Agama (HIMASAA) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) mengadakan dialog lintas agama, dalam acara ini dihadiri antara agama Islam dan agama Budha, Sabtu (5/10/2019).

Nurul Faisol, selaku ketua umum HIMASAA menjelaskan, “Kami mengadakan dialog ini selain karena fokus pembelajaran di jurusan yang kami ambil (S1 Jurusan Studi Agama-Agama), juga untuk mendiskusikan substansi tentang toleransi antar umat beragama,” ungkapnya kepada reporter PIJARNews.ID saat diwawancarai.

Dialog yang diadakan di Vihara Eka Dharma Loka ini, dihadiri langsung oleh Bhante (Bikhu) Chiradamu, dialog ini bertemakan “Budha Dalam Memahami Kebhinekaan”.

Nurul Faisol atau yang akrab dipanggil Bang Fais, juga menerangkan bahwa kejadian-kejadian di beberapa tempat di Indonesia yang menyebabkan kerusuhan dan jatuhnya korban jiwa, adalah salah satu penyebab dialog antar umat beragama kenapa perlu diadakan.

“Kita semua tahu Indonesia adalah tempat berkumpulnya banyak suku, ras dan agama. Tujuan kami membuat dialog ini adalah untuk saling memahami satu sama lain sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan dan sesama umat beragama. Sehingga harapan kami tidak ada lagi kerusuhan yang terjadi dengan mengatasnamakan agama,” papar Faisol.

Faizah Zahiroh, salah satu peserta merasa senang dengan diadakannya dialog lintas agama ini, ia juga mengatakan bahwa dirinya baru mengetahui kalau ternyata di dalam agama Budha, tindakan melukai atau bahkan membunuh adalah salah satu larangan utama.

BACA JUGA :  Pesan Bunda Astrie Ivo pada Parenting di SDM Dubes

“Saya sangat senang sekali bisa belajar toleransi dengan teman-teman di agama Budha, saya semakin yakin jika seseorang yang beragama dengan taat, pasti tidak akan terjadi kekerasan dengan mengatasnamakan agama.” Simpul Faizah.

Rencananya, kegiatan ini akan dirutinkan dan diberi nama Kajian Seputar Agama dan Isu (KAPAS). “Ini akan diadakan rutin setiap bulan sekali, dengan melibatkan lebih banyak lagi agama, kepercayaan, ras dan suku. Dengan harapan agar masyarakat Indonesia tidak mudah terpancing dengan isu-isu liar yang tidak bertanggung jawab, khususnya yang menyangkut kehidupan antar umat beragama”, pungkas Panitia.

Reporter: Agiel L

Editor: Milada RA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here