clubhouse
Aplikasi berbasis audio Clubhouse. (Unsplash/William Krause)

TEKNOLOGI, PIJARNEWS.ID – Media sosial Clubhouse belakangan ini ramai diperbincangkan di dunia maya. Tagar ataupun kata kunci “Clubhouse” juga kerap masuk dalam daftar trending topic Twitter.

Clubhouse sendiri merupakan media sosial berbasis audio yang bisa digunakan untuk membuat diskusi virtual. Diskusi virtual ini nantinya dapat didengarkan secara langsung oleh pengguna lainnya.

Kendati masih seumur jagung, firma riset aplikasi App Annie mencatat aplikasi ini sudah diunduh sebanyak 8,1 juta kali per 16 Februari 2021. Kantor berita CNBC juga melaporkan bahwa valuasi aplikasi ini ditaksir sekitar 1 miliar dollar AS (Sekitar Rp13,8 triliun).

Menurut Sydow, popularitas Clubhouse telah menyebabkan tren yang lebih besar di mana aplikasi audio sosial yang kompetitif bermunculan di seluruh dunia.

Memanfaatkan pertumbuhan ini, Facebook dikabarkan mulai membangun produk obrolan audio, yang ditujukan untuk menyaingi Clubhouse.

Facebook bukan satu-satunya perusahaan yang memanfaatkan kegilaan ini karena Quilt, aplikasi sosial audio yang berfokus pada kesehatan dan komunitas, baru saja mengumumkan investasi senilai 3,5 juta dolar AS.

Secara global, aplikasi obrolan audio sebenarnya telah banyak tersedia. Aplikasi seperti Dizhua, Tiya, dan Yalla menarik pengguna di sejumlah negara, termasuk Tiongkok, AS, dan Mesir serta Arab Saudi dan Turki, dengan masing-masing 174.000, 6 juta dan 34,5 juta unduhan global.

Banyak dari aplikasi ini telah ada selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, dan dalam kasus Yalla, aplikasi tersebut telah ada sejak 2016. Namun, kehadiran Clubhouse dinilai sebagai pemicu tren baru dalam aplikasi. (fzi/mad)

BACA JUGA :  Waspada Cuaca Ekstrem di Jatim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here