Pertanian
Seorang petani memikul benih padi yang akan di tanam pada lahan pertanian. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

PASURUAN, PIJARNEWS.ID – Lahan pertanian di Kota Pasuruan dari tahun ke tahun semakin menyusut. Hal ini dikarenakan banyaknya pembangunan infrastruktur maupun perumahan baru. Namun, Pemkot Pasuruan terus mendorong agar lahan pertanian yang ada tetap produktif.

Saat ini, lahan pertanian tersisa sekitar 900 hektare. Angka itu, sedikit berkurang dibandingkan catatan terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2017. Saat itu, luas lahan pertanian masih mencapai 1.138 hektar. Penyusutan luas lahan pertanian dipicu berbagai faktor. Terutama, adanya pembangunan jalan tol dan perumahan baru.

Sedangkan, rata-rata lahan yang dimanfaatkan untuk produksi padi mencapai 2.500 hektare setahun. Angka itu didapat dari luasan lahan pertanian dikalikan dengan masa panen.

Meski begitu, tak semua lahan pertanian bisa mencapai tiga kali masa panen. Apalagi di musim kemarau yang membuat perairan di lahan pertanian lebih sulit. Sebagian hanya mengalami dua kali masa panen padi.

“Sebagian tidak mendapat pasokan air yang cukup saat kemarau, jadi hanya dua kali panen,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan, Yudie Andi Prasetya.

Karena itu, produktivitas lahan pertanian untuk tanaman padi berbeda-beda. Pada 2020, pihaknya mencatat produktivitas lahan pertanian rata-rata mencapai 6,6 ton per hektare.

“Kalau total produksi padi tahun lalu sekitar 16.500 ton. Perhitungannya dari hasil produksi per hektare disandingkan dengan luasan lahan produksi,” tandasnya. (fzi/mad)

BACA JUGA :  Setelah Lolos Screening, Jajaran Pemkot Surabaya Mulai Donor Plasma Konvalesen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here