PAM
Ketua Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kota Surabaya Ferry Yudi Antonis Saputra (kiri) ketika memberi sambutan Rapat Kerja Khusus Madrasah Diniyah dengan tema "Mewujudkan Madrasah Diniyah Berkemajuan, Mencetak Generasi Andalan Agama dan Bangsa. (Yuda/PIJARNEWS.ID)

SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Dalam rangka peningkatan kualitas para santri binaan, Panti Asuhan Muhammadiyah (PAM) Achmad Dahlan terus berupaya membangun sinergi dengan berbagai pihak agar semakin maksimal dalam melayani para santri.

Oleh karena itulah pada hari Ahad (21/02/2021), PAM Achmad Dahlan menggelar Rapat Kerja Khusus Madrasah Diniyah dengan tema “Mewujudkan Madrasah Diniyah Berkemajuan, Mencetak Generasi Andalan Agama dan Bangsa.

Kegiatan yang diselenggarakan di gedung SD Muhammadiyah 11 Surabaya dan dimulai pukul 07.30 WIB dihadiri Ketua MPS PDM kota Surabaya, Wakil PCM Krembangan bidang MPS, Ketua MPS PCM Krembangan, Majelis Dikdasmen, Majelis MPM, Majelis Kader, Majelis Tabligh, RPM, pengelola serta para pembina Madin PAM Achmad Dahlan.

Kepala PAM Achmad Dahlan Slamet Supriyadi mengatakan tujuan diselenggarakannya rakersus adalah untuk menyusun Kurikulum PAM Achmad Dahlan, membina para santri panti menjadi kader Muhammadiyah yang militan, dan mengantisipasi pemurtadan warga Muhammadiyah.

Selain itu para santri diharapkan mampu terbentuk pola pikir kritis, kreatif, inovatif, berakhlaqul Karimah dalam lingkungan, mengembangkan kedalaman spiritual, keagungan akhlaq, dan kekuatan intelektual. Juga menumbuhkan sikap disiplin dan bertanggung jawab dalam bermasyarakat.

“Panti Asuhan Muhammadiyah yang merupakan salah satu Amal Usaha (AUM) sangat efektif dan efisien untuk dijadikan Ladang Pengkaderan, oleh karena itulah diperlukan kurikulum sebagai pedoman atau acuan dalam pembinaan secara intensif sesuai dengan Misi Muhammadiyah”, pungkas Slamet.

BACA JUGA :  Sebanyak 53 Santri di Belitung Terkonfirmasi Positif COVID-19
PAM
Suasana Rapat Kerja Khusus yang diselenggarakan oleh PAM Achmad Dahlan di gedung SD Muhammadiyah 11 Surabaya. (Yuda/PIJARNEWS.ID)

Sementara itu dalam sambutan singkatnya, Ketua Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kota Surabaya Ferry Yudi Antonis Saputra mengatakan, ada lima kunci yang harus di pegang Panti Asuhan Muhammadiyah yaitu: penawaran layanan gratis, merawat dan menjaga kolega atau donatur, kolaborasi strategis, inovasi bisnis, menjadi brand story.

“Setiap panti diharapkan bisa menjaga hubungan yang harmonis dengan para donatur, bisa membangun sinergi dan kalau perlu peka terhadap kondisi dengan salah satunya ikut membranding usaha donatur”, ungkap Ferry Yudi. (yud/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here