Ponorogo
Kepala Dinsos P3A Ponorogo, Supriyadi. (Foto: Sony)

PONOROGO, PIJARNEWS.ID – Santunan dana bagi keluarga pasien yang meninggal akibat Covid-19 di Kabupaten Ponorogo dipastikan tidak cair.

Hal tersebut, setelah Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Ponorogo, menerima SE Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Nomer 150/3.2/BS.01.02/02/2021 tentang Rekomendasi dan Usulan Santunan Ahli Waris Korban Meninggal Akibat Covid-19.

“Jadi tanggal 18 menerima surat dari Dirjen Linjamsos Kemensos bahwa santunan karena positif Covid-19 dibatalkan,” ujar Supriyadi, Kepala Dinsos P3A Ponorogo.

Supriyadi melanjutkan, batalnya pencarian dana santunan pasien Covid-19 tersebut akibat tidak dianggarkan oleh Kemensos.

“Di surat menyampaikan bahwa surat usulan kematian tidak bisa disalurkan karena tidak dianggarkan,” jelas Supriyadi.

Padahal pada bulan Juli tahun 2020, Dinsos P3A sebenarnya sudah mengusulkan sebanyak 17 ahli waris untuk menerima santunan sebesar Rp15 Juta per kepala.

“Persyaratan sebenarnya sudah lengkap, dan verifikasi diterima Kemensos,” imbuh Supriyadi.

Oleh itu, pihaknya berharap agar seluruh ahli waris bisa memahami kondisi keuangan negara. Pun, surat tersebut juga ditujukan kepada Dinas Sosial Provinsi seluruh Indonesia, yang diminta untuk disampaikan kepada Dinsos kabupaten/kota.

“Mulai hari ini kita sampaikan ke mereka. Semoga Covid-19 ini bisa selesai. Masyarakat Ponorogo sehat dalam kondisi baik,” pungkas Supriyadi.

BACA JUGA :  Tetap Waspada COVID-19, SMKM 1 Surabaya Awali UNBK dengan Cuci Tangan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here