Guru
Susi Tri Rahayu, Guru TK B Negeri Bahari Surabaya, sedang memberikan materi tentang melengkapi wajah yang hilang kepada dua muridnya, Manukan Kasman, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya, Senin siang (22/2/2021). (Rama/PIJARNEWS.ID)

SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Seorang guru TK di Surabaya terpaksa mengajar door to door ke rumah murid-muridnya di Manukan Kasman, Kecamatan Tandes, Senin siang (22/2/2021). Salah satunya adalah Susi Tri Rahayu, Guru TK B Negeri Bahari Surabaya.

Susi mengaku, Ini baru pertama kali ia melakukan pembelajaran luar jaring (luring). Jarak tempuh dari sekolah dengan rumah siswa tidak terlalu jauh. Pembelajaran luring ini dilakukan setiap seminggu sekali. Dengan diikuti 2 sampai 3 murid.

“Hari ini saya memberikan materi huruf vokal. Kemudian menuliskan sebuah kata dimana disitu menghilangkan huruf vokalnya. Lalu saya juga ajarkan melengkapi gambar wajah yang hilang,” ujarnya usai memberikan materi terhadap dua muridnya.

Melalui aktivitas tersebut, Susi mengaku senang karena bisa ketemu kembali dengan murid muridnya secara langsung. Mengingat, Susi melakukan pembelajaran terhadap muridnya melalui daring ditengah pandemi Covid-19.

“Jarak dari rumah siswa ke sekolah menjadi duka tersendiri saat memulai pembelajaran door to door,” ungkapnya.

Selama ini, Susi telah mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa tunjangan transport dan tunjangan pembelian kuota internet. Kendati demikian Susi merasa, bantuan tersebut kurang maksimal.

“Karena para guru guru setiap hari mengontrol atau menghubungi para murid terkait perkembangan tugas yang diberikan. Apakah ada kendalanya atau tidak,” pungkasnya. (ram/mad)

BACA JUGA :  Covid-19 Belum Mereda, Pembelajaran Tatap Muka di Ponorogo Resmi Ditunda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here