Sendang
Sejumlah anak anak sedang mandi di kolam Wisata Desa Sumber Dhuwur, Dusun Sidorejo, Desa Wonosari, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Senin (22/2/2021). (Rama/PIJARNEWS.ID)

MOJOKERTO, PIJARNEWS.ID – Wisata Desa Sumber Dhuwur, terletak di Dusun Sidorejo Desa Wonosari Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Wisata yang dibuka setiap hari pada pukul 07.00 Wib sampai 17.00 Wib ini menyajikan udara segar dan sejuk. Wisata Sumber Dhuwur memiliki luas lahan 1,2 hektar.

Untuk menikmati Wisata Desa Sumber Dhuwur, pengunjung hanya dikenakan biaya parkir sebesar 3000 Rupiah untuk sepeda motor dan 5000 Rupiah untuk parkir mobil. Pengunjung bisa memberi makan ikan langsung hanya dengan membeli kantong pakan sebesar 1000 Rupiah.

Bunowo, Ketua Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sumber Lestari mengatakan, lokasi yang memiliki luas 1,2 hektar ini sudah ada sejak dahulu serta terbentuk secara alami.

“Lokasi ini secara resmi baru dikelola melalui Bumdes Sumber Lestari sejak pertengahan tahun 2019. Untuk anggarannya nanti dialokasikan ke Anggaran Dana Desa. Sementara dana desa yang terserap 100 juta Rupiah untuk pembuatan sekat pembatas air. Kedepan akan kami bangun mushola dan melebarkan sisi utara untuk wahana permainan air. Terus pembebasan lahan di sisi timur juga akan tambahkan beberapa wahana. Sementara yang bisa kami andalkan adalah kolam air yang bisa ditambahkan dengan perahu,” jelasnya, Senin (22/2/2021).

Terkait lahan parkir di Wisata Sumber Dhuwur, Bunowo mengaku bekerja sama dengan warga pemilik tanah dengan sistem bagi hasil.

Guna mempromosikan Wisata Sumber Dhuwur, Kaiyan, pengelola Wisata Sumber Dhuwur, mengaku, sudah mendaftarkannya ke Google Maps. Selain itu, Kaiyan selalu mengunggah foto dan video tentang agenda atau momen di wisata tersebut melalui sosial media miliknya.

BACA JUGA :  Gardellive, Gagasan Mahasiswa ITS Bantu Kembangkan Kebun Komunitas

“Tanggapan dari netizen dan pengunjung sudah bagus. Bahkan teman teman dan pengunjung juga memasukan foto atau video selfie mereka di sosmed tentang kunjungannya di Wisata Sumber Dhuwur,” ungkapnya.

Agar kunjungan para wisatawan semakin meningkat, Wisata Sumber Dhuwur mempunyai tradisi rutin setiap tahunnya yang melibatkan berbagai media dan aparat pemerintahan kecamatan.

“Ada agenda tahunan dari kami yang bernama Bedah Sumber. Tradisi ini tanpa dikenakan biaya. Pengunjung bisa menangkap ikan Nila, Tombro, Mujair, Patin, Lele dengan Massal. Jadi air di Wisata Sumber Dhuwur dikurangi. Kemudian pengunjung masuk ke air yang di dalamnya ada banyak ikan untuk ditangkap. Awal Kegiatan Bedah Sumber itu pengunjung memancing ikan terus bayar. lalu diubah menjadi mengambil ikan dan dikenakan biaya hingga sekarang tidak dikenakan biaya. Kegiatan ini melibatkan media , pemerintah kecamatan dan masyarakat,” terangnya.

Kendati belum memiliki laman khusus tentang Wisata Sumber Dhuwur, masyarakat setempat sering mengabadikan dan mengunggah foto serta video Wisata Sumber Dhuwur di sosial media milik pribadi.

“Selain mengajak masyarakat untuk merawat wisata ini, kami juga meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dengan membentuk paguyuban pedagang yang berasal dari Desa Wonosari,” tuntasnya. (ram/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here