Sebagai Anak Negara, Kini Bayi Laki-Laki di Ponorogo Memiliki Nama

0
1002
Polsek Jetis
Polisi saat mengamankan kardus yang diduga sebagai tempat bayi sebelum dibuang. (Foto: Polsek Jetis)

PONOROGO, PIJARNEWS.ID – Bayi laki-laki yang dibuang di Desa Kutokulon, Kecamatan Jetis, Ponorogo, kini sudah memiliki nama panggilan.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Ponorogo, Supriyadi mengatakan bahwa bayi laki-laki tersebut diberi nama “Nur” sesuai dengan nama Masjid ketika bayi tersebut ditemukan.

“Kalau dari Dinsos kita beri nama dek Nur, karena kebetulan di masjid An-Nur” kata Supriyadi, Senin (22/2/2021).

Lebih lanjut, hingga saat ini sudah ada 14 orang yang datang ke Dinsos untuk berniat mengadopsi adek Nur. Namun saat ini adek Nur masih di RSUD dr Harjono untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Pengajuan diri untuk mengadopsi sudah beberapa yang datang, dan meminta penjelasan, saat ini sudah ada 14 orang, dari luar Ponorogo juga ada,” ungkap Supriyadi .

Walaupun banyak yang menginginkan, Supriyadi menjelaskan bahwa proses adopsi masih panjang, sebelum kepolisian selesai mengusut kasus pembuangan bayi ini.

“Jika sudah ditemukan siapa orang tuanya, maka akan diserahkan ke pihak keluarga, namun kalau belum sampai batas ditentukan akan menjadi anak Negara, dan bisa diadopsi,” papar Supriyadi.

Supriyadi menyebutkan bahwa nanti untuk proses adopsi tidak dilakukan di Dinsos Ponorogo, namun akan dilakukan di panti sosial anak dan bayi (PSAB) Sidoarjo. Pun, calon orang tua bayi harus memenuhi persyaratan yang yang telah ditentukan.

BACA JUGA :  Evaluasi Hasil Belajar SMA di Ponorogo Dilakukan Serentak

“Mulai dari usia pernikahan, usia calon kedua orang tua, faktor ekonomi, faktor kesehatan, misalnya untuk mendapatkan keturunan agak sulit. Memang persyaratannya agak banyak,” pungkasnya.

Sementara itu, Polsek Jetis menemukan alat bukti baru, yakni sebuah kardus minuman yang di dalamnya terdapat bantal bayi, yang diduga sebagai tempat sebelum bayi tersebut dibuang.

“Ditemukannya dibelakang masjid, didalamnya ada bantal bayi kemungkinan sebagai tempat sebelum dibuah,” jelas AKP Edi Sucipta.

Lebih lanjut, saat ini pihaknya sedikit mengalami kesulitan dalam pengungkapan kasus tersebut, sebab minimnya informasi baik dari saksi maupun tidak adanya CCTV disekitar kejadian.

“Saat ini masih kita selidiki, dengan meminta keterangan para saksi dan Bidan Desa, apakah dalam beberapa bulan terakhir ada masyarakat yang hendak melahirkan,” pungkas Kapolsek Jetis. (son/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here