Kalsel
Achmad S. Ghozi Ketua DPW Jatim Plus Kompartemen BPRS ASBISINDO, memberikan bantuan senilai Rp 35 Juta, melalui lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) bagi korban bencana banjir Kalimantan Selatan. (Rama/PIJARNEWS.ID)

SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Kompartemen BPRS ASBISINDO (Perkumpulan Bank Syariah Indonesia), mengirimkan bantuan senilai Rp35.000.000, melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk pemulihan Kalimantan Selatan pasca banjir bandang, Selasa pagi (23/2/2021).

Achmad S. Ghozi, Ketua DPW Jatim Plus Kompartemen BPRS ASBISINDO menyampaikan, pihaknya mengumpulkan donasi hingga sekian ratus juta bagi masyarakat yang terdampak bencana seluruh Indonesia. Bantuan tersebut dibagi salah satunya untuk Kalimantan Selatan.

“Musibah banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Banjar, tentunya menyisakan trauma bagi masyarakat setempat. Selama 2 bulan mereka hidup dengan genangan air dan ketakutan akan naiknya debit air sewaktu-waktu,” ujarnya.

Sudah dua, lanjut Achmad, merupakan masa yang sulit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan karena jarak jauh yang harus ditempuh 1,5 jam lantaran akses yang tergenang banjir.

“Saya berharap semoga bencana yang terjadi di Indonesia segera berakhir. Kami menitipkan bantuan kepada ACT dan semoga bisa menyalurkan bantuan ini kepada saudara yang membutuhkan, terutama di Kalimantan Selatan yang kabarnya cukup parah. Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang ada disana,” ucapnya.

“Kami berharap cukup ini bencana yang terakhir, semoga tidak ada lagi bencana berkelanjutan.” pungkas Ghozi.

Sementara itu, Dipohadi, Head of Program ACT Jatim mengatakan, Bantuan pasca bencana banjir bandang akan dialokasikan melalui berbagai program.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kompartemen BPRS ASBISINDO yang turut membantu program pemulihan pasca banjir di Kalimantan Selatan.” ucap Dipohadi.

BACA JUGA :  Laili Waiteu Bersama ACT Jatim Berikan Sedekah Ekstrim Rp 100 Juta

Menurutnya, ada 179 rumah yang tersapu akibat bencana tersebut. Sehingga, menyisakan warga yang harus hidup dibawa tenda-tenda dari terpal.

“Ada bantuan yang disalurkan lewat berbagai program seperti Humanity Medical Services, Hunian Nyaman bagi korban yang kehilangan rumah, Wakaf Modal Usaha bagi pelaku UMKM korban banjir, bantuan paket pangan dan pembangunan kembali rumah ibadah,” tuntasnya. (ram/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here