Surabaya
Sejumlah warga Kalikepiting, Kelurahan Pacarkembang, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, mengikuti swab massal atau swab lingkungan, ditengah guyuran hujan deras, Selasa malam (23/2/2021). (Rama/PIJARNEWS.ID)

SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Sebanyak 28 warga Kalikepiting, Kelurahan Pacarkembang, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, mengikuti swab massal atau swab lingkungan, Selasa malam (23/2/2021).

Meski ditengah guyuran hujan deras, tidak mengurangi antusias warga satu kampung tersebut, mengikuti kegiatan tersebut. Dengan melibatkan jajaran tiga pilar Kelurahan Pacarkembang, warga membawa KTP asli sebelum dilakukan screening. Tentunya, tetap menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, membawa hand sanitizer, dan menjaga jarak.

Camat Tambaksari, Ridwan Mubarun, mengatakan, Ini merupakan perkembangan hasil contact tracing yang dilakukan oleh Kelurahan. Ridwan menerima data bahwa ada salah satu warga, meninggal akibat Covid-19.

Tracing dilakukan oleh kelurahan dan puskesmas. Sebelum meninggal, dia pergi ke Tulungagung dalam rangka acara pernikahan. Berangkat rombongan bersama tetangganya. Sehingga, diambil sebuah kesimpulan ini merupakan kontak erat. Maka perlu dilakukan swab massal,” ujarnya.

“Ini dadakan karena kami ada dugaan, masyarakat setempat akan takut dan melarikan diri, ketika kami menyampaikan swab massal. Jadi enggan keluar. Sehingga, kami berharap warga ada yang mau di swab,” lanjutnya

Dari 28 orang yang mengikuti swab massal, 2 diantaranya dinyatakan terpapar Covid 19. Sehingga, diwajibkan melakukan isolasi. Selain itu, tercatat ada 31 orang yang pernah melakukan kontak erat.

“Warga sudah sadar dan takut keluar rumah atau bermain. Karena Kalikepiting zona merah. Jadi diam di rumah saja. Lalu satu orang yang meninggal itu keluarganya karantina di rumah. Masih dipantau kondisinya,” tuturnya.

BACA JUGA :  Fungsi Agama Sebagai Pencegahan Kerusakan Lingkungan

Apalagi, lanjut Ridwan Mubarun, dengan kondisi seperti ini, Kampung Kalikepiting juga menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Skala Mikro. Jadi, tuntas Ridwan, jam 8 malam sudah tidak ada kegiatan yang mengundang keramaian. Seperti kegiatan keagamaan, kesenian dan lain lain. (ram/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here