Foto: Seminar Evaluasi Pemilu Serentak 2019 oleh KPU Kota Probolinggo. (fendik-pijarnews.id)

Probolinggo – Untuk terus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Umum (Pemilu), Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Probolinggo mengadakan Seminar Evaluasi partisipasi masyarakat dalam Pemilu Serentak 2019 di Gedung Bale Hinggih, Senin (7/10/2019).

Acara yang bertemakan “Pemilih pemula, mobilisasi atau kehendak Pribadi?” dihadiri oleh beberapa elemen organisasi di antaranya, Organisasi Gerakan Mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus kota Probolinggo, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), serta Organisasi Kepemudaan lainnya yang ada di kota Probolinggo.

Melihat hasil Pemilu Serentak 2019 kemarin, kota Probolinggo telah mengalami peningkatan jumlah partisipan dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu sekitar 87,5 persen. Oleh sebab itu KPU kota Probolinggo berkeinginan terus meningkatkan grafik positif ini pada tahun-tahun berikutnya, dengan cara memasifkan sosialisasi dalam masyarakat.

Salah satunya dengan mengadakan seminar evaluasi ini, adalah salah satu dari cara KPU kota Probolinggo untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu, khusunya pada pemilih Pemula.

Ketua KPU kota Probolinggo H. Ahmad Hudri, ST. MAP, dalam sambutanya menyampaikan bahwa kota Probolinggo termasuk salah satu kota yang tingkat partisipasinya tinggi dalam Pemilu. “Untuk Pemilu 2019 yang lalu kota Probolinggo termasuk salah satu 10 besar yang mencapai angka partisipasi masyarakat 87.5 persen. Angka itu sangat besar,  bahkan dari pemilu 2014 ada kenaikan 4 persen dan dari Pilkada 2018 ada kenaikan 8 persen. Secara Nasional itu tergolong tinggi karena target Nasional kita hanya 77 persen.” Paparnya.

Tingginya partisipasi tersebut juga tidak lepas dari peran serta Relawan Demokrasi (Relasi) yang aktif mengkampayekan Pemilu ke berbagai elemen masyarakat. Hal tersebut juga disampaikan oleh Ahmad Hudri, “Ini tidak lepas dari dukungan dan kerjasama yang baik dari semua stakeholder, dari temen-temen para mantan Relawan Demokrasi yang kita undang hari ini”, imbuhnya.

Dalam kemasan acara ini, KPU kota Probolinggo juga menyerahkan sertifikat dan santunan berupa uang tunai kepada 3 ahli waris yang meninggal saat melaksanakan tugas kepemiluan pada Pemilu Serentak 2019 yang lalu.

BACA JUGA :  Mahasiswa Thailand Belajar Budaya Indonesia di Fisip UMM

Hadir dalam acara Seminar Evaluasi ini antara lain, Radfan Faisal, S.Pd, Komisioner KPU Probolinggo yang sekaligus menjadi narasumber bersama Wawan Edi Kuswandoro, M.Si Dosen Universitas Brawijaya Malang.

Radfan Faisal dalam materinya memberikan hipotesis atas tingginya partisipasi masyarakat khususnya pemilih pemula. Menurutnya, “Hipotesis ini bisa benar bisa tidak, bahwasanya tingginya partisipasi masyarakat itu di pengaruhi oleh faktor kandidat yang mungkin tampil lebih menarik dan berkampanye dengan atraktif, faktor kontestasi yang ketat hanya ada 2 pasangan calon pada Pilpres, faktor gencarnya pemberitaan media mengenai pemilu serentak 2019 dan faktor sosialisasi dari KPU dan stakeholder yang maksimal,” paparnya.

Selain itu, Radfan Faisal yang juga mantan Pimred Radar Bromo ini juga menyerukan kepada para pemilih pemula untuk sering-sering berkunjung ke Website KPU Kota Probolinggo dan media-media sosial resmi yang di kelola oleh KPU.

“Karena penting sekali kegiatan kepemiluan itu diinformasikan pada media-media sosial atau literasi pemilu digital. Pemilih pemula nanatinya juga bisa mengunjungi Rumah Pintar Pemilu yang kedepan akan dimaksimalkan”. Imbuh Radfan Faisal.

Sedangkan Wawan Edi Kuswandoro, M.Si, dalam materinya menguraikan watak Genarasi Z yang memiliki ciri berpikir terbuka, instan, menyukai ide kampanye kekinian, menghendaki perubahan sosial dan ramah pada perkembangan tekhnologi.

“Anak-anak milenial tetap harus bisa merawat pertisipasi politik ini, baik aktifitas literasi politik melalui media sosial maupun turut berpartisipasi langsung saat Pemilu.” Turur Wawan Edi Kuswandoro.

Beliau juga mengharapkan bahwa generasi milenial agar tetap peduli terhadap partisipasi politik, memperjuangan hak rakyat dan sebagai kontrol negara, “Keterlibatan pada aktivitas politik adalah surplus demokrasi dan tren demokrasi positif, mari berpartisipasi kongkrit dalam perbaikan sistem Pemilu kedepan.” Pungkasnya.

Reporter: Fendik LA

Editor: Milada RA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here