Pkl
Satpol PP saat gelar Razia PKL di Pamekasan. (Yayan/PIJARNEWS.ID)

PAMEKASAN, PIJARNEWS.ID – Tiga orang pedagang kaki lima (PKL) terjaring razia oleh petugas satuan polisi pamong praja (Satpol PP) kabupaten Pamekasan pada Rabu (24/02/2021).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (KASATPOL PP) Pamekasan, Kusairi menyampaikan bahwa pihaknya sengaja melakukan tindakan tegas dan membawa PKL ke kantor, untuk diberikan pembinaan kemudian menandatangani surat pernyataan.

“Kami memang mengerti kondisi saat ini lagi pandemi Covid-19 dan kesulitan ekonomi sudah pasti namun, Satpol PP tidak serta-merta menindak mereka,” ungkapnya.

Demi menjaga keindahan dan kebersihan bersama mereka, sudah diberikan keleluasaan oleh pemerintah daerah untuk memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan.

“Ada empat belas titik yang bisa ditempati oleh pedagang kaki lima (PKL), salah satunya di eks rumah sakit lama,” kata Kasatpol PP

Kusairi, Sapaan akrabnya menyampaikan, yang menjadi rebutan oleh pedagang kaki lima yakni di tempat-tempat strategis seperti di Monumen arek Lancor dan di Gadin.

“Kedepan tidak ada lagi pedagang yang berjualan di tempat terlarang, semuanya sudah disediakan,” tutupnya

Salah satu pedagang kaki lima yang terjaring razia yang enggan disebutkan namanya menyampaikan, bahwa pihaknya merasakan dampak kesulitan ekonomi pada saat pandemi seperti ini.

“Kami menjual di pinggir jalan karena mengejar ramainya pembeli, agar dagangan kami laris,” terangnya. (yan/mad)

BACA JUGA :  Pimda 33, Mohammad Wardi: Tapak Suci Harus Tumbuh Subur di Pamekasan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here