SMK di Sidoarjo Ciptakan Alat Cuci Tangan dengan Sensor

0
42
SMK
Salah satu siswa SMK YPM 11 Wonoayu, Sidoarjo, Ibrahim Khalilullah, sedang mencoba karyanya, alat cuci tangan sensor. (Rama/PIJARNEWS.ID)

SIDOARJO, PIJARNEWS.ID – Komunitas Belajar Ilmu Teknologi (BIT) SMK YPM 11 Wonoayu, Sidoarjo, menciptakan teknologi atau inovasi yang memudahkan dalam mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, Kamis (25/2/2021). Yaitu, alat cuci tangan sensor jenis prototipe yang diramu dari komponen elektronik sederhana.

Fadhol Ilul Anam selaku Guru Multimedia sekaligus mentor di komunitas BIT, mengatakan, Alat cuci tangan sensor itu disusun dari komponen sederhana. Seperti arduino nano 1 buah, kabel jumper female to female 10 buah, lalu ada juga servo 1 buah, ditambah baterai 9 volt 2 buah, perlu juga socket baterai 2 buah dan semacam sensor ultrasonik 1 buah.

“Pembuatan alat ini atas dasar kurangnya kesadaran masyarakat supaya tetap menjaga protokoler kesehatan. Sehingga melalui bimbingan, mereka mampu merancang komponen yang sederhana menjadi alat luar biasa,” ujarnya.

Adalah Ibrahim Khalilullah dan Khoirul Muhlisin. Dua siswa Kelas X, Jurusan Multimedia, SMK YPM 11 Wonoayu itu, menjadi inisiator sekaligus pembuat peralatan cuci tangan yang modern dan canggih. Pembuatan alat cuci tangan sensor itu dimaksudkan untuk menumbuhkan kreativitas siswa-siswi SMK YPM 11 Wonoayu. Pembuatan alat itu hanya memerlukan waktu sehari saja pada Selasa kemarin.

“Cara kerjanya amat sederhana. Cukup dengan meletakkan telapak tangan di bawah sensor yang ada di kran, maka air dengan otomatis akan mengalir dan dapat dipakai mencuci tangan.Tanpa menyentuh bagian keran,” jelas lelaki kelahiran Bangkalan tersebut.

BACA JUGA :  Muncul Ormas Mengatasnamakan WN 88 Humas Mabes Polri, Kabid Humas: Organisasi Ini Illegal

“Semoga alat ini bermanfaat bagi sekolah dan masyarakat dalam hal menjaga protokoler kesehatan yakni mencuci tangan,” imbuhnya.

Anggaran yang diperlukan untuk membeli komponen dan menyusunnya sekira Rp 100 ribu. Apabila respon masyarakat lokal terhadap alat cuci tangan sensor tersebut bagus, jelas Fadhol, bakal memproduksi dalam jumlah besar dan dikemas lebih futuristik serta menarik agar laku di pasaran.

“Saya sangat memberikan apresiasi bagi siswa yang telah berhasil membuat alat sensor cuci tangan tersebut dengan menggunakan komponen sederhana. Mengingat jurusan mereka adalah multimedia, tetapi mereka berhasil membuat robotik sederhana berupa alat cuci tangan sensor,” pungkasnya. (ram/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here