Umm
Agenda KANCANOFI oleh UMM. (Rama/PIJARNEWS.ID

MALANG, PIJARNEWS.ID – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperluas agenda inklusifnya dengan mengunjungi desa-desa yang berada di luar Malang. Bersama pemerintah desa Kejapanan, UMM menggelar kegiatan Kejapanan Membaca dan Nonton Film (KANCANOFI), Kamis (25/2/2021).

Agenda KANCANOFI dimulai dengan program English for Young Learner (EYL), untuk anak-anak di sore hari. Kemudian, dilanjutkan menonton film “Dua Ulama” pada malam hari.

Pada rangkaian agenda ini, terdapat lima organisasi masyarakat yang diapresiasi sebagai duta perubahan perilaku, telah menjadi garda terdepan untuk selalu melakukan sosialisasi, dan juga pencegahan Covid-19 di wilayah masing-masing.

Lima duta perubahan perilaku tersebut diberikan kepada Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Gempol, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gempol, Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Gempol, Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Gempol, serta Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Gempol.

Ketua Tanfidziyah MWC NU, H.M. Khozin sangat mengapresiasi penghargaan ini. Ia tidak menyangka akan ada penghargaan seperti ini.

“Saya sangat berterimakasih dan mudah-mudahan ini merupakan awal dari kebersamaan NU dan Muhammadiyah untuk membangun desa Kejapanan yang lebih kompak, harmonis dan bersatu,” tandasnya

Koordinator Asisten Rektor UMM, Prof. Dr. Sujono, M.Kes, menyapa warga dalam jaringan Zoom mengatakan, inisiasi agenda ini sangatlah positif, kegiatan literasi di masa pandemi harus terus ditingkatkan.

BACA JUGA :  Pendidikan Agama Islam di Masa Pandemi

”Literasi harus tetap berjalan dan tidak boleh mati walaupun di tengah pandemi. Begitu juga dengan aktivitas nonton bersama dua ulama seperti ini juga menjadi bagian penting gerakan literasi,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kejapanan Randi Saputra menekankan, ini adalah program pertamanya di Tahun 2021. Ia berharap, minat baca dan pengetahuan anak-anak di Desa Kejapanan bisa meningkat.

“Saya berharap bahwa kegiatan ini bisa sebagai trauma healing anak-anak yang keluarganya atau juga tetangga mereka harus isolasi mandiri karena terkonfirmasi positif COVID-19,” tuturnya. (ram/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here