Kampung
Dari kanan, Ketua UKM Tas Muchlis, M. Yusuf, Arzeti Bilbina, dan Cak Man pemilik kedai herbal menunjukkan hasil UKM Kampung Parikan Gadukan Rukun Surabaya. (Yuda/PIJARNEWS.ID)

SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Kampung Parikan Gadukan Rukun RT 07 RW 04, Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, selain unik dengan parikan atau pantun yang dituangkan dalam tipografi di dinding pos kamling, ternyata juga sebagai sentra Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Salah satunya adalah sentra home industri tas.

Ketua UKM Tas Kampung Parikan, Muchlis mengungkapkan, dirinya sudah 23 tahun memproduksi tas, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Sebelum pandemi COVID-19 bisa memproduksi sekitar 80 sampai 100 lusin tas setiap pekannya dengan dibantu 12 karyawan.

Namun, selama pandemi ini produksi turun drastis yang hanya mampu memproduksi 40 lusin setiap pekannya. Karyawan pun juga dikurangi hanya 6 orang saja. Pendistribusian tas produksi UKM Kampung Parikan ada yang di Pusat Grosir Surabaya (PGS), pesanan di luar kota, bahkan luar pulau.

“Mudah-mudahan pandemi COVID-19 ini segera berakhir dan kami pelaku usaha tas bisa berjalan seperti semula,” harap Muchlis.

Selian UKM Tas, ternyata di Kampung Parikan juga terdapat kedai herbal D’ Cak Man yang menyediakan minuman kesehatan alami dari bahan rempah-rempah. Salah satunya adalah wedang uwuh yang racikannya terdiri dari jahe merah, serai, kapulaga, dan kayu manis yang bermanfaat untuk menambah stamina dan meningkatkan imun.

Kampung
Dialog salah satu warga Kampung Parikan Gadukan Rukun Surabaya bersama Arzeti Bilbina. (Yuda/PIJARNEWS.ID)

Menariknya, Kampung Parikan Gadukan Rukun juga mendapat kunjungan dari anggota komisi IX DPR RI FPKB Dapil 1 Jatim Surabaya-Sidoarjo Arzeti Bilbina, Ahad (28/02/2021).

BACA JUGA :  Pria Menceburkan Diri ke Sungai Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Arzeti Bilbina sangat mengapresiasi kampung Parikan Gadukan Rukun Surabaya yang sangat solid dengan dikumpulkannya warga setempat sebagai satu kesatuan menjadi kampung tangguh. Anak-anak warga pun dibuat kelompok untuk menjadi pejuang Shubuh, supaya mereka bersemangat datang ke masjid untuk beribadah secara berjamaah.

“Saya merasa sangat bangga terhadap Kampung Parikan, dimana bukan hanya bicara masalah ibadah saja, tetapi perekonomian dan kesehatan warga masyarakat yang diprioritaskan, juga kekompakan yang luar biasa di kampung ini. Insyaallah barokah,” ungkap Arzeti. (yud/mad)

1 KOMENTAR

  1. Ini kampungku aku bangga dengan kampungku karena rt beserta warga saling bahu membahu menjadikan kampung ini bermanfaat buat semua kalangan…monggo yang datang ke kampung kita “Kampung Parikan Surabaya”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here