Trenggalek
Pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kab. Trenggalek. (Hadi P/PIJARNEWS.ID)

TRENGGALEK, PIJARNEWS.ID – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin ambil sumpah dan lantik 162 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hasil penjaringan tahun 2019, Senin (1/3/2021).

Pengambilan sumpah dan pelantikan PPPK ini sendiri dilaksanakan secara virtual di 3 lokasi yang berbeda (Pendopo Manggala Praja Nugraha, Gedung Bawarasa dan di Aula Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olehraga Trenggalek) guna menghindari penyebaran Covid-19.

Ada perwakilan PPPK yang diambil sumpahnya di Pendopo Manggala Praja Nugraha dan selebihnya mengikuti sumpah pelantikan secara daring di 2 tempat berbeda.

Kabid Formasi dan Informasi pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Trenggalek, Indrayana menjelaskan 162 PPPK yang diambil sumpah dan pelantikannya ini terdiri dari formasi guru sebanyak 101 pegawai dan penyuluh pertanian sebanyak 61 pegawai.

162 pegawai PPPK ini merupakan hasil seleksi PPPK tahun 2019 lalu. Menurut alumni Praja IPDN ini, “seleksi dilaksanakan menggunakan sistem CAT tahun 2019,” imbuhnya.

Datambahkan oleh Indrayana, setelah tahapan seleksi 2019, didapati data-data peserta diatas ambang batas. Dan setelah melengkapi dokumen persyaratan selanjutnya mereka diangkat sebagai calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kemudian, jelas perempuan ini “tahapan dilanjutkan dengan pengusulan nomor induk PPPK ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dan setelah pengajuan nomor induk ini disetujui, lantas 162 orang ini diangkat sebagai PPPK,” terangnya.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat melantik PPPK ini menuturkan saya terharu karena saat membaca ada yang berjuang 16 tahun menjadi honorer. Tentunya ini bukanlah sesuatu perjuangan yang tiba-tiba, ungkap Bupati Arifin.

BACA JUGA :  Komisioner dan ASN Lingkungan KPU Pamekasan Lakukan Vaksinasi Tahap Dua

Pria yang akrab disapa Gus Ipin ini berpesan, selanjutnya yang harus anda pastikan adalah kepastian mendapatkan vaksinasi. Karena kita akan memberlukan pembelajaran tatap muka, 5 jam setiap hari. Dengan vaksinasi tentunya keamanan pendidik dari penularan Covid 19 bisa terjaga.

Sedangkan kepada tenaga penyuluh pertanian, suami Novita Hardini itu berpesan untuk jangan sampai lagi ada petani gagal panen. Penyuluh petani diminta melakukan pendampingan kepada petani dengan baik sehingga petani bisa semakin sejahtera. (hdi/mad)

Kontributor: Hadi Prasetyo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here