Jember
Mantan Bupati Jember Faida (berkerudung) saat memasuki kantor Kejari Jember. (Andi/PIJARNEWS.ID)

JEMBER, PIJARNEWS.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember terus melakukan pendalaman terkait dugaan penyelahgunaan wewenang pemberian Bantuan Sosial (Bansos) ke Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember pada tahun 2016 lalu.

Diduga bantuan itu, menyalahi prosedur hingga pada bulan Febuari 2019 lalu, seorang warga Jember bernama Mashudi melayangkan gugatan perdata kepada Faida selaku Bupati Jember ke Pengadilan Negari Jember.

Saat itu, Mashudi menilai bansos yang diberikan Pemkab Jember ke RSBS salah prosedur dan syarat akan kepentingan personal Bupati Faida yang juga pemilik RSBS.

Terlebih Bansos itu, tidak tercantum dalam Peraturan Bupati Nomor 48 Tahun 2015 tentang penjabaran penerima hibah dan bansos, juga tidak tercantum dalam Perda 11 Tahun 2015 tentang APBD 2016.

Namun demikian, saat itu, Hakim memberikan putusan niet ontvankelijke verklaard atau yang biasa disebut sebagai putusan NO, yang menyatakan bahwa gugatan tidak dapat diterima karena mengandung cacat formil.

Selanjutnya, pada bulan Febuari 2021 Mashudi melaporkan Bupati Faida ke Kejari Jember dengan kasus yang sama. Kemudian pada Senin (1/3/2021), untuk pertama kalinya mantan Bupati Jember Faida diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember terkait kasus dana bansos ke RSBS senilai 570 juta tersebut.

Pemeriksaan terhadap mantan orang nomor satu di Jember itu, dibenarkan oleh Kajari Jember Prima Idwan Mariza, saat dikonfirmasi PIJARNEWS.ID.

“Dari pagi tadi memang benar (Faida diperiksa, Red), nanti lanjut ke kasi Pidsus,” ujar Prima.

BACA JUGA :  Pesan Ketua Pemuda Muhamadiyah Jember untuk Bupati Petahana dan Terpilih

Prima mengatakan, pemeriksaan Kejari kepada Faida terkait dugaan penyelahgunaan wewenang oleh Faida selaku Bupati yang saat itu tengah dijabat oleh Faida.

Pantauan dilokasi, sekitar 15.30 WIB Faida nampak keluar dari kantor Korps Adiyaksa, namun demikian saat akan dimintai keterangan oleh awak media, Faida langsung berbalik badan lalu masuk kembali ke kantor kemudian kabur melalui pintu belakang kantor Kejari Jember.

Kaburnya Faida melalui pintu belakang Kejari Jember itu, dibenarkan oleh Silvia Sonya Stalita pegawai kantor prosalina yang gedungnya bersebelahan dengan kantor Kejari Jember.

Kepada PIJARNEWS.ID, Silvi menuturkan, saat dirinya pergi ke kamar mandi secara tiba-tiba Faida dengan diantar oleh pegawai berbaju Kejari Jember lewat tanpa permisi didepannya.

“Tiba-tiba ada beliaunya (Faida, Red). Pakai masker tapi saya tetap tahu aja kalau itu ibu Faida, dianya cepat dan tidak ada sapaan sama sekali,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasipidsus Kejari Jember Setyo Adhi Wicaksono enggan menemui awaknmedia saat akan dimintai konfirmasi, padahal awakmedia telah menunggu dari pagi hingga sore sekitar pukul 17.00 WIB. (as/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here