Foto: Suasana Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2019 di UMM. (prasetyo/pijarnews.id)

MALANG – Sebanyak 30 Perguruan tinggi ikuti Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2019 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), KKCTBN ini berlansung dengan merebutkan tiga kategori juara, Senin (12/10/2019).

Salah satu peserta diantaranya adalah Politeknik Negeri Ujung Pandang, mereka telah bersiap dengan 3 kapal untuk diterjunkan di semua kategori KKCTBN 2019 ini.

Elga Amira Rizky, salah satu peserta dari Politeknik Negeri Ujung Pandang ketika ditemui di paddock samping arena lomba, menjelaskan bahwa persiapan dan latihan sudah dilakukan secara maksimal, bahkan hingga menghabiskan biaya sekitar kurang lebih delapan juta rupiah.

“Kami datang ke Malang bukan main-main, persiapan pra-kontes 5 bulan lamanya dengan harapan dapat membawa pulang gelar, untuk biaya juga sudah habis sekitar delapan juta rupiah.” Ungkap Elga Amira Risky, peserta dalam kategori Full Engine Remote Control (FERC).

Politeknik Negeri Ujung Pandang sudah beberapa kali mengikuti kontes yang memperebutkan piala bergilir ini, namun di tahun 2019 ini baru pertama kali ikut dalam kategori FERC tersebut.

“Sudah dari 2014 kita ikut, tapi kategori FERC baru kali ini,” jelas Elga.

Tim Elga bernama tim ONEPRO_MP, ia mengaku sempat mengalami kebocoran kapal dan memutuskan untuk mengakhiri race, “Sempat ada kendala, ada kebocoran, kemasukan air, setelah dua race langsung diputuskan stop”, cerita Elga, Mahasiswi semester 3 teknik mesin. Alih-alih ia berkecil hati, Elga tetap optimis dan targetkan podium tertinggi di semua kategori.

BACA JUGA :  Bangun Budaya Literasi, AMM di Garut Adakan Diskusi Dua Mingguan

Politeknik Negeri Ujung Pandang pernah meraih gelar juara pada tahun-tahun sebelumnya, tepatnya juara 1 Nasional kategori ERC dan peringkat 4 ARV.

Saat diwawancarai repoter PIJARNews.ID, salah satu yang dianggap menjadi lawan berat tim ONEPRO_MP ini adalah peserta asal Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.

“Mungkin lawan berat kami adalah PPNS, karena manuvernya bagus, desain dan kelancaran kapalnya juga stabil,” tambah elga.

Melihat skor sementara saat dilakukan liputan, Politeknik Negeri Ujung Pandang berada pada posisi ke empat dengan perolehan skor 116,46. Selisish tipis dengan peserta dari Universitas Negeri Surabaya pada posisi ke tiga.

Hal yang membuat persaingan semkin sengit, selama jalannya perlombaan tak jarang kapal-kapal peserta mengalami gangguan ataupun mati di tengah perjalanan, tenggelam hingga tertabrak, kejadian itu membuat perlombaan terlihat semakin menarik untuk ditunggu hasil akhirnya, tentu ditambah dengan kerja keras dan kreativitas para peserta.

“Kami sudah berusaha dan juga berdoa, sudah semaksimal mungkin, hasilnya kita pasrahkan, untuk tahun berikutnya Insyaallah kami tetap akan ikut di semua kategori,” pungkas Elga. (PIJARNews.ID).

Reporter: Prasetyo Lanang

Editor: Milada RA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here