Pajak
Saat penutupan RM ASELA di Kabupaten Sampang. (Yayan/PIJARNEWS.ID)

SAMPANG, PIJARNEWS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang menutup Rumah Makan ASELA di pesisir Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Rabu (03/03/21).

Penutupan salah salah satu wisata kuliner Kota Bahari itu dikarenakan melanggar Peraturan Bupati (Perbup) nomor 8 tahun 2020 tentang Pendaftaran, Pelaporan, Pembayaran dan Pengawasan Pajak Daerah melalui Sistem Elektronik.

Usai penutupan, Kabid Pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Badan Pengelolaan, Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Sampang, Chairijah. Ia mengatakan bahwa penutupan restoran ASELA karena diketahui melakukan manipulasi pajak sejak tahun 2020.

“Alat deteksi transaksi elektronik yang kami pasang tidak digunakan dengan baik, maka kami lakukan pemeriksaan bersama dinas terkait,” katanya.

“Kami siap membuka saat tunggakan dilunasi, yang jelas penutupan ini sifatnya sementara,” timpalnya.

Ditempat yang sama. Mohammad Suharto Kasi Pengamanan Penegak Perda, Penyidik PPNS Satpol PP Kabupaten Sampang mengatakan bahwa pihaknya melakukan penutupan setelah melakukan koordinasi dengan dinas terkait.

“Kami hanya mendampingi proses penutupan setelah ada rekomendasi dari dinas terkait,” singkatnya.

Sementara itu. Owner Rumah Makan ASELA, Bukat Riyono mengatakan bahwa pihaknya hanya bisa pasrah dengan penutupan yang dilakukan oleh petugas terkait. Namun demikian, pihaknya mengaku menjadi salah satu pemilik rumah makan yang masuk kategori taat pajak.

Dikatakannya, terkait alat elektronik yang infonya tidak terdeteksi, pihaknya mengaku dalam transaksi elektronik menggunakan aliran listrik yang terkadang tidak berfungsi, seperti mati lampu dan perangkat komputer yang tidak aktif, sayangnya kondisi itu masih dianggap melanggar.

BACA JUGA :  Staf KPU Papua Dibunuh, Ini Kronologis Kejadiannya

“Kami (ASELA, red) dianggap salah dalam proses pelaporan pajak restoran, kalau tunggakan tidak ada karena kami bayar setiap bulannya,” katanya.

Pihaknya juga mengaku akan segera mengikuti apa yang menjadi putusan dari pemangku kebijakan, hal tersebut dilakukan agar salah satu rumah makan favorit di Kabupaten Sampang tersebut dapat segera kembali dibuka dan beroperasi seperti biasanya.

“Apapun putusannya, kami ikuti, yang jelas yang kami perhatikan adalah kondisi karyawan yang ada,” tambahnya. (yan/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here