Foto: LazisMu RSI Siti Aisyiyah Kota Madiun memberi tunjangan guru TK-ABA. (arif/pijarnews.id)

MADIUN – Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqah Muhammadiyah (LazisMu) RSI Siti Aisyiyah Kota Madiun, kembali memberikan tunjangan kepada para guru yang bergaji di bawah satu juta. Jika kemarin diberikan kepada 62 guru tingkat SD s/d SMA, sekarang diberiakan kepada para guru tingkat TK-ABA. Acara dilangsungkan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Madiun, Sabtu (12-10-2019).

Dalam kesempatan ini tercatat sebanyak 81 guru TK-ABA akan mendapat tunjangan, tidak menjadi rahasai lagi kalau gaji guru TK-ABA memang tidak sebanding dengan tugasnya yang mulia. Hal ini seperti berita yang sempat viral di sosial media beberapa waktu lalu, guru TK masih dipandang sebagai pekerjaan yang mudah.

Cuit akun Twitter @akuitudina yang menulis, “Ah Cuma jadi guru TK, cuma ngajarin nyanyi-nyanyi, gajinya juga sedikit”.

Padahal menjadi guru TK tidak semudah yang kita kira, guru TK memang hanya terlihat mengajari bernyanyi, menunggu anak-anak bermain, sampai menyediakan kertas gambar. Namun ternyata ada sisi lain yang tidak banyak orang tahu, menjadi guru TK harus memiliki aspek-aspek keilmuan khusus yang dikuasai, baik itu aspek kognitif, fisik-motorik, bahasa, seni, adab dan juga keagamaan.

Justru anak pada seusia TK adalah masa keemasan (Golden Age) yang membutuhkan stimulus tepat agar mampu berkembang dan tumbuh dengan matang. Ibarat membangun sebuah rumah, peran guru TK adalah konstruksi pondasi yang kuat agar kelak anak-anak mampu tumbuh dan berkembang secara baik di masa depan.

BACA JUGA :  Harga Cabai Di Ponorogo Melonjak
Foto: Sebanyak 81 guru TK-ABA di Madiun mendapat tunjangan. (arif/pijarnews.id).

H. Sutomo, ST., Ketua PDM Madiun dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya terhadap perjuangan guru-guru TK, yang hingga saat ini masih dalam proses membentuk pondasi akhlak generasi emas bangsa Indonesia.

“Aparesiasi saya berikan kepada para guru TK-ABA yang sampai saat ini masih istiqomah dalam membentuk pondasi generasi penerus bangsa.” Tutur H. Sutomo, ST.

Senada juga, Suwardi Ketua LazisMu Kota Madiun angkat topi (menandakan hormat) kepada guru-guru TK-ABA yang telah gigih dan terus bersemangat dan berjuang di Muhammadiyah.

Sedikit kalimat bijak juga disampaikan Suwardi, “Mari kita bulatkan tekad dan pikiran untuk terus mendidik dengan sepenuh hati dan penuh arti. Kita bukanlah bayang-bayang yang dibentuk cahaya. Kitalah cahaya dari Muhammadiyah, harapan jiwa di kegelapan peradaban. Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?,” pungkasnya. (PIJARNews.ID).

Reporter: Arif Kurniawan

Editor: Milada RA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here