Sidoarjo
Ketua PWA Jatim-MKS Budiyati, M.Pd (kiri) dan Wakil Dekan FPIP UMSIDA Effy Wardati Maryam, S.Psi, MSi dalam diskusi secara daring. (Yuda/PIJARNEWS.ID)

SIDOARJO, PIJARNEWS.ID – Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) PW ‘Aisyiyah Jatim bersama Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) mengimplementasikan Rencana Tindak Lanjut dan Monev Program Pendampingan Panti Asuhan ‘Aisyiyah di Sidoarjo, Jum’at (5/02/2021)

Pertemuan yang dilakukan secara daring Tim PWA Jatim MKS didampingi oleh Wakil Ketua PW ‘Aisyiyah Korbid MKS dan Majelis Kesehatan (MKes) Nur Haidah dan Ketua MKS PW ‘Asyiyah Jatim Budiyati.

Sedangkan Tim dari UMSIDA dipimpin langsung oleh Wakil Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan UMSIDA Effy Wardati Maryam bersama ketua Tim Abdimas UMSIDA Widyastuti dan Ghozali Rusyid Affandi. Pertemuan juga dihadiri 24 peserta dari unsur PD ‘Aisyiyah MKS Sidoarjo dan perwakilan pengasuh, pengurus dari tiga panti ‘Aisyiyah di Sidoarjo.

Perwakilan Tim ABDIMAS UMSIDA, Ghozali R.A, mengatakan Pelatihan konselor Sebaya memberikan pengetahuan dan ketrampilan anak-anak panti asuhan bagaimana bisa memberikan konseling, setidaknya mampu menyelasaikan masalah yang ringan antar teman sehingga ketika anak-anak dilatih untuk memberikan konseling kepada teman sebayanya menjadikan anak-anak terlatih untuk bisa asertif, dan mampu menangani permasalahan yang ada.

Anak-anak yang sudah usia 18 tahun keatas yang masih tinggal dan mengabdi di panti asuhan bisa mendampingi adik-adiknya yang curhat tentang masalahnya. Kalau ini menjadi kebiasaan maka akan menjadi hal yang positif, mengingat pengasuh yang terbatas jumlahnya.

Dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan oleh panti asuhan ‘Aisyiyah, hasil capaian dan kendala-kendala yang dialami selama kegiatan berlangsung, diperlukan keterlibatan PD ‘Aisyiyah, PW ‘Aisyiyah dan secara kelembagaan panti asuhan juga hendaknya memberikan umpan balik pada apa yang sudah dikerjakan anak-anak, pengurus, pengasuh yang ada di panti ‘Aisyiyah Sidoarjo. Dari sisi pendanaan, penyediaan sarana prasarana, SDM pendampingan yang inten dan penguatan pengurus dan pengasuh sangat juga dibutuhkan.

BACA JUGA :  Ketua MWC NU Tarik: Generasi NU Harus Semakin Unggul dan Berdaya Saing
Sidoarjo
Modul pengembangan Life Skill dan Ruang pojok konseling di PA ‘Aisyiyah Balong Bendo Sidoarjo. (Yuda/PIJARNEWS.ID)

Ketika dikonfirmasi, Senin (08/03/2021), Ketua PWA Jatim-MKS Budiyati, mengatakan ketika anak-anak sudah melakukan hal yang positif maka pihak panti untuk mengimbangi, merespons, dan bagaimana mengkomunikasikannya, sehingga ada umpan balik yang positif pula dan PD ‘Aisyiyah Sidoarjo maupun PW ‘Aisyiyah untuk mendampingi dan mengawal program ini tetap berkelanjutan dalam pengelolaan dan pengembangan Panti Asuhan ‘Aisyiyah ke depannya.

Sementara itu, Ketua Majelis Kesehatan, Nur Haidah berharap situasi dan kondisi anak-anak di panti perlu menjadi perhatian serius. “Marilah kita berbuat lebih baik dari sebelumnya, melayani dan mengasihi anak-anak yatim harus mempunyai persepsi yang sama, anak-anak di ajari kemandirian supaya mempunyai bekal hidup setelah keluar dari Panti Asuhan ‘Aisyiyah”, ujarnya. (yud/mad).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here