Hoax
Google bersama Ma'arif Institute berupaya menangkal hoax seputar vaksin Covid-19 di Indonesia. (Ilustrasi/Shutterstock)

TEKNOLOGI, PIJARNEWS.ID – Google.org menyalurkan bantuan berupa hibah membantu memerangi hoaks vaksin di Indonesia. Adapun bantuan tersebut disalurkan melalui Maarif Institute bersama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dan Love Frankie menginisiasi program Tular Nalar.

Head of Public Affairs Southeast Asia, Ryan Rahardjo mengatakan hibah Google.org yang diberikan untuk Maarif Institute bekerjasama dengan Mafindo adalah upaya berkelanjutan untuk mendukung organisasi-organisasi yang membantu masyarakat Indonesia dalam melawan misinformasi dan disinformasi khususnya terkait vaksin Covid-19. Hal ini juga menjadi tantangan penting dan prioritas utama bagi Google.

“Kami berharap peluncuran situs Tular Nalar ini dapat membantu mengasah cara berpikir kritis masyarakat agar terhindar dari misinformasi dan disinformasi terutama terkait Covid-19,” katanya melalui keterangan resmi, Sabtu (3/6/2021).

Direktur Program Maarif Institute Khelmy K. Pribadi menyebut kehadiran situs tularnalar.id adalah bentuk komitmen seluruh konsorsium untuk memperluas akses publik pada sumber pembelajaran daring yang dapat meningkatkan keterampilan praktis dosen, guru, siswa, dan siapa pun untuk bersama-sama meningkatkan kapasitas literasi digital untuk melawan misinformasi, disinformasi, hingga ujaran kebencian.

“Situs tularnalar.id menyediakan materi pembelajaran yang kreatif dan interaktif, termasuk didalamnya adalah modul, video, dan kuis-kuis menarik dengan sumber rujukan yang jelas,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Juli Binu dari Love Frankie. Ia menyampaikan dalam proses penyusunan situs tularnalar.id pihaknya juga melakukan riset kepada para pakar di bidang literasi media untuk dapat memahami tantangan-tantangan yang dihadapi oleh para pengajar dalam mengajarkan literasi media kepada siswanya.

BACA JUGA :  Polri Kirim Sejumlah Bantuan Tangani Gempa Sulbar

“Kami juga menguji berbagai model kurus online untuk menghasilkan situs yang ramah bagi penggunanya termasuk teman-teman disabilitas,” ungkapnya.

Sementara itu, Yulita Priyoningsih Sub Koordinator Pembelajaran Khusus, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud menyampaikan bahwa program Tular Nalar yang digagas oleh Maarif Institute merupakan contoh baik implementasi kolaborasi antara Kemdikbud dan Masyarakat dalam rangka meningkatkan literasi media, khususnya media digital untuk mendorong kesadaran akan pentingnya pencegahan penyebarluasan berita-berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Penguatan literasi media bagi dosen-dosen, mahasiswa dan masyarakat luas menjadi salah satu perwujudan tridharma perguruan tinggi,” katanya. (fzi/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here