SD
SDN Mangunsuman yang sudah tidak beroperasional lagi sejak tahun lalu (Sony/PIJARNEWS.ID)

PONOROGO, PIJARNEWS.ID – Setidaknya ada 8 sekolah dasar negeri (SDN) di kabupaten Ponorogo yang terpaksa ditutup setelah kekurangan siswa. Dari data Dinas Pendidikan (Dindik) pada tahun 2020 ada 6 SD yang tutup dan ada 2 SD di tahun 2021 yang ditutup.

Imam Muslihin Kabid Pembinaan SD, Dinas Pendidikan Ponorogo, menjelaskan bahwa rata-rata sekolah tersebut ditutup akibat kekurangan siswa serta beratnya beban operasional sekolah.

“Alasannya kekurangan murid, tidak sebanding dengan beban operasional sekolah tersebut,” Jelas Imam, Rabu (10/3/2021).

Imam menyebutkan, sekolah yang ditutup pada tahun lalu tersebut yakni SDN 1 Poko, SDN Mangunsuman, SDN Patihan Kidul, SDN 2 Karanglo Lor, SDN 2 Duri, dan SDN 1 Glinggang.

“Sedangkan SDN Jonggol dan SDN Wagir Lor ditutup pada tahun ini,” sebut Imam.

Masalah kekurangan murid tersebut, menurut Imam, disebabkan beberapa faktor, seperti ada lebih dari satu sekolah dalam desa tersebut, serta potensi anak di sekitar sekolah sedikit. Selain itu, Imam juga memberikan solusi serta fasilitas bagi para siswa dan orang tua untuk pindah ke SD lain yang terdekat.

“Siswa ada pilihan ke SD sekolah terdekat, kita fasilitasi. Diserahkan orang tua untuk memilih SD yang dipilih. Tahun ajaran baru sudah bisa,” imbuh Imam.

Sedangkan untuk aset sekolah yang ditutup, baik tenaga pendidik maupun inventaris, pihaknya masih akan mengatur dan menatanya. Khusus untuk aset yang bergerak akan dipindahkan ke sekolah terdekat.

BACA JUGA :  Berani Bersaing, PCM di Ponorogo Kembali Resmikan Swalayan Baru

“Tenaga pendidik nanti diatur dan ditata, untuk aset yang bergerak di pindah ke SD terdekatnya. Kalau bangunan gedung akan diserahkan ke pemerintah daerah,” tutup Imam. (son/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here