Stadion
Penampilan Stadion Gelora Bung Tomo, Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya, saat dilakukan renovasi, Jum'at (12/3/2021). (Rama/PIJARNEWS.ID)

SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Piala Dunia U 20 terpaksa ditunda akibat pandemi covid 19. Sejumlah stadion yang sudah disiapkan oleh Indonesia, usai terpilih sebagai tuan rumah, menjadi tanda tanya.

Pemerintah telah mengucurkan anggaran dana yang begitu besar demi mempercantik beberapa venue. Salah satunya adalah Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Kecamatan Pakal, Kota Surabaya. Perbaikan obyek vital sempat dikebut oleh pihak terkait demi memenuhi kebutuhan tim.

Kabid Bangunan dan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR) Surabaya, Iman Krestian, mengatakan, renovasi stadion mulai dilakukan sekitar pertengahan lalu.

“Kami mendapatkan arahan dari PSSI dan Kemenpora termasuk ada instruksi dari presiden juga, bahwa memutuskan, GBT menjadi salah satu stadion untuk piala dunia U 20,” ujarnya, Jumat (12/3/2021).

Dengan mendapatkan instruksi dari Presiden Joko Widodo, lanjut Iman, proses pengerjaan menjadi cukup mendesak dan segera direalisasikan. Mengingat, kompetisi sepak bola internasional untuk kelompok usia dibawah 20 tahun tersebut, semula dijadwalkan Maret 2021.

Iman juga memaparkan, di GBT sendiri ada stadion utama dan tiga lapangan latihan. Total anggarannya untuk lapangan utama Rp 42 Miliar. Meliputi ganti rumput, lampu dan perbaikan area interior seperti ruang ganti dan semacamnya. Itu sudah terselesaikan semua.

Kemudian, kata Iman, perbaikan area eksterior juga ada anggarannya sekitar Rp 7 Miliar. Lalu lapangan latihan sebesar Rp 50 miliar, ukuran lapangan latihan memiliki luas 60 x 120 meter persegi, Single Seat Rp 27 Miliar, akses jalan Rp 20 miliar, serta area parkir Rp 8 miliar.

“Perbaikan perbaikan itu sudah selesai semua. Memang cukup besar anggarannya dan itu untuk antisipasi waktu Piala U20 kemarin,” jelasnya.

Beberapa waktu yang lalu ada peninjauan  Plt Wali Kota, Whisnu Sakti Buana. Juga dari Fifa dan PSSI rutin kemarin, sebelum adanya kabar penundaan.

“Hasil peninjauan kalau secara umum pekerjaan sudah selesai semua. Pekerjaan ini sangat besar sehingga pelaksanaannya  bertahap, menyesuaikan anggaran dan prioritas. Jadi kami prioritaskan pada saat itu untuk operasional agar pertandingan sepak bola  atau latihan bisa dilakukan,” imbuhnya.

Kebutuhan itu terdiri dari rumput dan lampu sebagai prioritas. Sedangkan pada bagian lain bisa dilakukan pada tahapan berikutnya. Untuk rumput, karena Indonesia, khususnya Surabaya, termasuk daerah iklim tropis, direkomendasikan dua jenis rumput. Yaitu Zoysia Matrella dan Zoysia Japonica.

BACA JUGA :  Sepeda Motor Klasik Terbakar di Dekat Lampu Lalu Lintas

“Agar menyesuaikan dengan kondisi tanah dan kecocokan iklim. Kami memasang rumput Zoysia Japonica menyesuaikan karena kualitas rumputnya bandel,” ungkapnya.

Sementara lampu penerangan di stadion utama sesuai dengan pertandingan internasional berkekuatan 2400 lux. Sedangkan untuk pertandingan biasa 800 lux. Selain itu, Single Seat penonton sudah memenuhi permintaan fifa sebanyak 45 ribu seat. Serta ruang ganti sudah sesuai standar dengan disediakan bak rendam.

“Pelaksanaan pekerjaan dilakukan pada bulan Juni hingga akhir tahun 2020. Artinya, memakan waktu 6 bulan,” tutur Iman.

Walaupun melakukan perubahan yang begitu besar, Pemkot mendapatkan kabar penundaan sekitar awal tahun 2021. Padahal, Iman menyebutkan, Fifa seharusnya telah dijadwalkan melakukan peninjauan.

“Tapi, disaat kami menunggu kemudian ada kabar dilakukan pembatalan dan penundaan sampai 2023 karena kondisi pandemi,” kata Iman.

Menanggapi hal tersebut, Pemkot mempunyai beberapa rencana pekerjaan yang tetap harus dilaksanakan bersifat prioritas. Bahkan, tidak masuk di anggaran tahun lalu karena pelaksanaannya bertahap. Seperti lapangan latihan yang masih belum memiliki pagar.

“Nanti kami upayakan dilaksanakan tahun ini, perbaikan kamar mandi penonton, Karena di stadion utama ada 400 bilik. Kondisinya ada beberapa yang rusak itu akan dilakukan pembenahan juga, bertahap semuanya,” ucapnya.

Iman membenarkan, dibutuhkan penambahan biaya lagi dengan kisaran sekitar Rp 10 miliar yang ditujukan untuk pekerjaan prioritas seperti pagar dan semacamnya.

“Kalau hearing masih belum. Namun ada rencana dari tim anggaran untuk refocusing anggaran dan kami sudah menyampaikan akan ada anggaran sekitar Rp 20 miliar. Karena refocusing, kami kaji kembali mana yang lebih urgen dan perlu dilaksanakan. Setelah itu,baru kami usulkan,” paparnya.

Untuk kondisi saat ini, lanjut Iman, masih ada proses pemeliharaan dari kontraktor pelaksana sekitar 3 bulan masa tumbuh rumput baru bisa. Agar tidak terjadi kerusakan atau hal hal yang tidak diinginkan serta bisa menyulitkan prosesnya.

“Jadi kami menunggu tiga bulan selesai dulu masa pemeliharaan dari kontraktor,” pungkasnya. (ram/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here