Pemandangan Stadion Gelora Bung Tomo Kota Surabaya dari sisi atas. (Rama/PIJARNEWS.ID)

SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Komisi C DPRD, meminta, pemkot bersungguh sungguh dalam membenahi Stadion Gelora Bung Tomo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya. Mereka menilai, stadion itu bisa memberikan citra yang bagus di mata internasional.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati, menuturkan, pemkot telah menggelontorkan dana sebanyak Rp 250 Miliar 2020 lalu. Pada tahun 2021 sendiri dianggarkan Rp 20 Miliar untuk penyelesaian.

Untuk Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2020, disepakati Rp 100 Miliar. Sementara di 2021 mencapai Rp 15 Miliar, untuk proses maintenance maupun penyelesaian.

“Kalau yang sudah dianggarkan di tahun 2021 memang harus segera diselesaikan. Artinya, anggaran untuk GBT ada di tahun 2020 2021. Karena kemarin di tahun 2020 ada yang belum selesai, maka yang sudah dicantumkan itu diupayakan tuntas. Supaya tidak ada pembengkakan,” ujar Aning, Jum’at (12/3/2021).

Menurutnya, proses penganggaran tidak bisa dilakukan perubahan tanpa aturan. Kalau misalnya ada penambahan, maka akan dimasukkan sebagai PAK 2021. Karena semua sudah berjalan meskipun piala dunia telah diundur, Aning menilai penambahan dan lain sebagainya sudah tidak relevan.

“Kecuali kalau diajukan sebagai PAK 2021,” imbuh Politisi PKS tersebut.

Aning juga meminta, bagian stadion harus sesuai dengan standar Fifa. Seperti jenis rumput, instalasi listrik, harus menyesuaikan dengan penyelenggaraan kompetisi sepak bola terbesar di dunia.

Terkait masalah penyewaan Stadion, Aning menyebutkan, siapapun harus mengikuti ketentuan Perda Aset Barang Milik Daerah. Hanya saja, Aning belum mendapatkan kejelasan soal informasi tersebut.

BACA JUGA :  Bonek Buka Suara Terkait Nasib Gelora Bung Tomo

“Kalau masalah sewa menyewa sudah ada dalam Perwali. Namun, secara detail mengenai cara menggunakannya itu masih digodok,” ungkapnya.

Kedepan, lanjut Aning, Komisi C akan menggelar sidak untuk melihat progres pemeliharaan stadion tersebut. Hanya saja, saat ini masih terkendala Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

“Pastinya ada hearing juga. Karena GBT salah satu wadah untuk gelaran kompetisi. Jangan sampai mengecewakan. Termasuk akses jalan bisa memberikan kemudahan dan kenyamanan. Sekaligus harus diperhatikan karena tidak hanya skala nasional, tapi juga skala internasional yang akan menentukan nilai kepuasan Kota Pahlawan di mata dunia,” katanya

“Salah satu kaitannya dengan GBT yang mana kita belum mempunyai gedung semacam itu, untuk dikenal internasional sebagai salah satu ikon dan memberikan citra yang bagus,” tuntasnya.

Berbeda dengan Aning, Baktiono,Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, menilai, nasib stadion tetap sangat baik lantaran masih dalam perawatan pemerintah. Serta, anggaran juga sudah ditetapkan dengan baik oleh pemerintah pusat maupun pemkot.

“Ada atau tidak atau ditunda pelaksanaan Piala dunia U20, Kota Surabaya tetap mempersiapkan dan menyambutnya demi menjadi kota kebanggaan bagi masyarakat,” ujarnya.

Soal pelaksanaannya, lanjut Baktiono, Piala Dunia tetap akan mempersiapkan setelah Covid 19. Politisi PDIP tersebut meyakini sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan.

“Pastinya akan dijadwalkan dengan tepat waktu,” tuntasnya. (ram/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here