Bonek Buka Suara Terkait Nasib Gelora Bung Tomo

0
24
Bonek
Jajaran dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR) bersama tim ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memantau uji kelayakan lampu. (Rama/PIJARNEWS.ID)

SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Sejumlah pentolan Suporter Bonek Mania ikut bersuara terkait nasib Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), pasca Piala Dunia U20 diundur akibat pandemi COVID-19.

Seperti diberitakan sebelumnya, Stadion GBT merupakan salah satu venue di Kecamatan Pakal, Kota Surabaya, yang dipilih oleh Presiden Joko Widodo, sebagai tempat gelaran kompetisi sepak bola level internasional yang dijadwalkan Maret 2021, namun Pemkot masih terus melalukan perbaikan di beberapa titik.

Menurut Saiful Antoni, sang Dirigen Bonek, hal yang terpenting adalah penggunaan GBT bisa dipakai bagi Persebaya. Apalagi, stadion tersebut dibangun dengan uang rakyat.

“Seharusnya siapapun boleh memakai asal sesuai dengan peraturan daerah yang dikeluarkan. Asal tidak memberatkan bagi penyewa,” Jum’at (12/3/2021).

Pria yang identik dengan sebutan Capo Ipul tersebut menilai, penyesuaian kondisi di tengah situasi seperti saat ini sangat diperlukan. Sehingga, seluruh stadion di Indonesia tidak mungkin menaikkan harga sewa.

“Mengingat, tidak ada sponsor yang berani masuk ke klub sepak bola atau menarik diri dari klub. Banyak sekali pemain yang hengkang buat mencari rejeki di negeri lain,” terangnya.

Disinggung soal kompetisi sepak bola yang tidak jalan di Indonesia, Capo Ipul berpendapat, seharusnya ini tidak akan terjadi, jika PSSI dan LIB bersikap tegas dan ada niat, atau usaha, melakukan sebuah birokrasi dengan melobi kepolisian dengan baik dan benar.

BACA JUGA :  Polsek Rungkut Ciduk 4 Pelaku Begal di Bawah Umur

“Yang harus dipersiapkan adalah LIB melakukan kunjungan klub di liga liga Indonesia. Sosialisasi standar protokol kesehatan kepada tingkatan suporter di seluruh Indonesia. Seperti arahan apabila liga itu seperti apa ketika berlanjut tanpa penonton,” pesannya.

Sementara itu Cak Conk, salah satu pentolan Bonek, mengatakan, pemerintah sebaiknya memberikan Persebaya kontrak jangka panjang terkait penyewaan stadion, tanpa ada syarat-syarat tertentu. Mengingat, klub tersebut sudah menjadi ikon kebanggaan kota pahlawan. Sehingga, lanjut Cak Conk, harusnya dipermudah dalam urusan gelaran turnamen seperti segi keamanan dan semacamnya.

“Berharap diberikan kewenangan penggunaan stadion. Terutama untuk kelanjutan kompetisi. Perlu juga komunikasi bersama pihak terkait,” tuturnya, Jum’at (12/3/2021).

Cak Conk juga menyampaikan, PSSI harus mempunyai peran yang lebih aktif demi keberlangsungan kompetisi ditengah badai COVID-19. Khususnya terkait, keamanan dan perizinan sepak bola.

“Ada atau tidak. Kami masih ada kesibukan seperti kegiatan di bidang sosial. Meski tidak di tribun, kami menggalang donasi buat korban bencana alam, berbagi sesama. Kalau masalah PSSI jangan memberikan janji belaka, hanya di Indonesia jadwal liga gak tepat waktu,” tandasnya. (ram/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here