Sim
Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP Indra Budi Wibowo. (Foto: Istimewa)

PONOROGO, PIJARNEWS.ID – Akun media sosial bernama Sepor Bakulan membuat heboh jagat dunia maya, bagaimana tidak dalam postingannya di salah satu grup Facebook, akun tersebut menawarkan jasa pembuatan SIM langsung jadi di wilayah Madiun Ponorogo Magetan dan Trenggalek.

Menanggapi hal tersebut, Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP Indra Budi Wibowo mengatakan bahwa pembuatan SIM melalui calo tersebut adalah hoax, namun pihaknya akan tetap menelusuri siapa pemilik akun tersebut guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Mau kita amankan, keterangan terbaru alamatnya berbeda-beda, ada yang bilang di Magetan dan di Madiun, namun akan tetap kita lakukan pengejaran,” terang Indra, Jum’at (12/3/2021).

Indra menyebut bahwa dalam hal ini yang paling dirugikan adalah masyarakat, sebab bisa saja SIM yang dijanjikan calo tersebut menggunakan material abal-abal alias palsu.

“Yang kita takuti materialnya palsu, ternyata buatan sendiri, bukan material asli dari kepolisian yang menyerupai asli,” imbuh Indra.

Masyarakat dihimbau untuk tidak mempercayai hal hal tersebut, pun saat ini Polres Ponorogo sudah memberikan solusi atas keluhan masyarakat terkait sulitnya untuk mendapatkan SIM. Solusi yang dimaksud adalah program JATIL (belajar dan latihan) yang ada di 21 kecamatan di Kabupaten Ponorogo.

“Jadi sebelum melakukan tes baik itu teori maupun praktek, masyarakat bisa melakukan pelatihan dulu di Satpas, diharapkan tidak remidi,” ujar Indra.

Sim
Unggahan Calo SIM yang beredar di sejumlah grup Facebook. (Foto: Istimewa)

Lebih lanjut, Indra menambahkan agar terhindar dari calo masyarakat bisa menggunakan layanan pendaftaran online yang bisa di akses di website Satlantas Polres Ponorogo.

BACA JUGA :  Diprotes Penghuni Mall Cito, Rumah Sakit Siloam Masih Menunggu Izin

“Jadi tidak perlu antri lagi ketika datang di Satpas, terlebih dengan kondisi COVID-19 seperti sekarang ini, mencegah kerumunan,” tandas Indra.

Kemudian untuk tarif PNBP SIM sesuai dengan PP RI No 60/2016, penerbitan SIM baru dan pengalihan golongan SIM A, B1 dan B2 Rp120.000, SIM C, C1 dan C2 Rp100.000, SIM D dan D1 Rp50.000.

Perpanjang, hilang, dan rusak, SIM A, B1 dan B2 Rp80.000, SIM C, C1 dan C2 Rp75.000, SIM D dan D1 Rp30.000. (son/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here