Truk
Miniatur truk oleng buatan Anto, laku keras di pasaran. (Foto: Istimewa)

PONOROGO, PIJARNEWS.ID – Kecintaan Arief Budianto (40) terhadap truk, membuat ia meraup pundi-pundi rupiah dari hasil kreasi membuat mainan miniatur “truk oleng”.

Warga jalan Wilis, Kelurahan Nologaten, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo tersebut mulai rajin membuat miniatur truk oleng sejak dua bulan terakhir. Karyanya dipasarkan melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram.

Boomingnya ketika ada istilah truk oleng, sejak itu pesanan mulai rame mas,” kata Anto sapaan akrab Arief Budianto, Sabtu (13/3/2021).

Dengan dibantu empat karyawannya, dalam sehari dirinya mampu membuat sekitar 15 miniatur truk oleng. Anto menjelaskan bahwa para karyawannya tersebut merupakan para siswa-siswa yang saat ini sedang mengikuti sekolah daring. Pun, para siswa-siswa tersebut tidak keberatan karena memang tidak menggangu sekolah daringnya.

“Dari pada nganggur di rumah, sehabis sekolah daring saya ajak untuk membuat truk ini, lumayan dapat penghasilan juga,” jelasnya.

Peminat truk buatan Anto tersebut cukup banyak, bahkan sampai ada yang dijual ke luar daerah, seperti Wonogiri, Solo, Yogyakarta hingga Bandung.

Alhamdulillah ternyata banyak juga yang suka mas,” kata Anto.

Satu buah truk buatannya dihargai Rp100 ribu hingga Rp200 ribu, tergantung besar kecilnya ukuran mainan tersebut. Jika dirata-rata dalam sebulan, Anto mampu meraup omset sekitar 20 juta rupiah.

“Kalau bahan dasarnya dari kayu mahoni dan triplek, di toko bangunan banyak, jadi gak bingung bahan baku,” imbuh Anto.

BACA JUGA :  Harapkan Sinergitas Antar Jenjang, PDPM Ponorogo Adakan Seminar Pendidikan

Menurut Anto peluang bisnis sekecil apapun akan berpotensi besar jika digarap dengan serius. “Yang penting konsisten, jaga kualitas, serta jangan mudah menyerah,” tutup Anto.

Truk
Proses pengerjaan miniatur truk oleng buatan Anto. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Dimas Nugroho Wibowo salah satu pelajar yang ikut menjadi karyawan Anto mengatakan, bahwa kegiatannya ini sangat positif, selain bisa mengisi waktu luang, juga mendapatkan penghasilan dari hasil membuat miniatur truk oleng.

“Baru dua bulan mas, awalnya diajak mas Anto, selain itu juga tidak menggangu jadwal sekolah daring,” kata pelajar kelas 11 SMK swasta di Ponorogo.

Dimas menuturkan bahwa dalam pembuatan miniatur truk oleng tersebut, dirinya tidak mengalami kesulitan, dari membuat roda, membuat sasis dan body truk hingga mengecat serta memberikan stiker unik khas truk oleng.

“Yang bikin unik itu truk nya bisa oleng mas, karena ada peer-nya, makannya sama dengan truk oleng yang viral itu mas,” ungkap Dimas. (son/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here