Ponorogo
Kantor Dipendukcapil Kabupaten Ponorogo. (Sony/PIJARNEWS.ID)

PONOROGO, PIJARNEWS.ID – Dari data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Ponorogo, sedikitnya ada 2.120 anak yang hanya memiliki orang tua tunggal. Hal tersebut setelah di dalam akta kelahiran anak hanya mencantumkan nama ibunya sebagai orang tua tunggal. Penulisan orang tua tunggal tersebut disinyalir lantaran anak-anak itu lahir bukan dari hasil perkawinan sah sesuai dengan administrasi negara.

Kabid pelayanan catatan sipil, Dispendukcapil Kabupaten Ponorogo, Suwandi mengatakan, walaupun hanya menyantumkan nama ibu sebagai orang tua tunggal, akta tersebut tetap dianggap sah sebagai dokumen negara.

“Dari data kami ada 2.120 akta kelahiran yang hanya ada nama ibunya, nama bapaknya tidak ada, tetap sah sebagai dokumen negara,” Kata Suwandi, Senin (15/3/2021).

Suwandi melanjutkan bahwa pengesahan tersebut sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 96 tahun 2018, yang menyebutkan ketika seorang anak diajukan, kemudian kata orang tua tidak menyebutkan sebagai suami istri dan tidak bisa menunjukkan surat nikah, atau akta perkawinan atau akta cerai orang tua, secara otomatis anak akan tercatat sebagai anak seorang ibu.

“Peraturannya ada, tepatnya di pasal 34 Perpres nomer 96 tahun 2018,” jelas Suwandi.

Lebih lanjut, angka 2.120 tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Ponorogo yang hampir 1 juta orang. Namun angka tersebut menjadi sangat besar jika tidak ada pembandingnya. Artinya, masih banyak kelahiran anak tanpa diikuti dengan perkawinan yang sah sesuai dengan hukum administrasi negara.

BACA JUGA :  Permudah Petugas di Lapangan, Pemkot Surabaya Siapkan Aplikasi Pencatatan Vaksinasi Covid-19

“Kalau dilihat angka 2.120 memang banyak, kalau kelahirannya tidak diikuti perkawinan yang sah,” tandas Suwandi. (son/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here