Foto: Sanggar Teater Malaka menggelar acara panggung budaya dalam rangka hari jadi ke-3. (lanang/pijarnews.id).

MALANG – Dalam rangka merayakan hari jadi ke-3, Sanggar Teater Malaka menggelar acara panggung budaya di Taman Tani, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau Malang, Senin (14/10/2019). Acara tersebut juga disertai aksi penggalangan dana untuk korban gempa di Maluku.

Teriakan sajak-sajak puisi dan lagu-lagu daerah Maluku dilantunkan, dikamas dalam acara panggung budaya oleh para pegiat teater Sanggar Malaka, berbagai kreatifitas yang telah disiapkan secara baik menjadikan acara terlihat cukup menarik.

Icha, selaku penanggung jawab acara menjelaskan, “Semestinya ini dirayakan pada bulan september lalu, namun kita memutuskan untuk menahan diri karena harus terlibat dalam gerakan-gerakan dalam menyikapi permasalahan beberapa revisi UU kemarin.” Jelasnya.

Aksi ini juga sealigus dalam rangka merespon tragedi bencana gempa bumi di Maluku, sehingga kardus-kardus berkeliling ke arah penonton untuk menggalang dana sukarela demi membantu korban gempa.

“Kami turut berduka yang mendalam pada korban gempa Maluku dan berharap penggalangan dana yang dilakukan ini dapat membantu meringankan beban para korban.” Ungkap Icha.

Pegiat Sanggar Malaka juga mengajak penonton untuk berdoa bersama, agar kondisi para korban lekas membaik dan bisa kembali beraktifitas seperti sedia kala.

Dalam memeriahkan panggung budaya ini, terdapat juga permainan bambu gila yang ditampilkan para pegiat sanggar. Permainan ini katanya menggunakan bantuan mahluk halus yang diberi mantra-mantra oleh sang dalang untuk menggerakkan bambu yang dipegang kuat oleh pemain. Sontak antusias penonton juga semakin terlihat, sebanyak tiga kali permainan dengan permaianan yang terakhir diambil dari perempuan secara acak.

BACA JUGA :  Lazismu Kota Madiun, Galang Donasi untuk Wina Aprilia
Foto: Permainan bambu gila, (pijarnews.id).

Ria zuliana, salah satu penonton yang sempat mencoba permainan bambu gila tersebut mengaku heran dengan permainan bambu gila yang baginya tidak masuk akal.

“Awalnya nggak kerasa, lama-lama bisa gerak sendiri , berat, kok bisa berak-gerak sendiri ya, sampek ada yang pingsan setelah permainan, kalau enggak percata dicoba saja permainan ini,” uangkap Mahasiswi UMM asal Lamongan.

Keseruan terus berlanjut dengan penampilan musik dan puisi dari berbagai seniman yang diundang untuk memeriahkan acara. Diantaranya terdapat penampilan Tommy, Tahuri art, The Famous Jhojo & bonche, serta beberapa organisasi yang tergabung di dalam acara. (PIJARNews.ID).

Reporter: Lanang

Editor: Milada RA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here