DPMPTSP
Plt DPMPTSP Kabupaten Ponorogo, Sapto Djatmiko. (Sony/PIJARNEWS.ID)

PONOROGO, PIJARNEWS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menghentikan izin pendirian minimarket berjaringan nasional. Langkah tersebut diambil setelah beberapa waktu terakhir banyak bermunculan minimarket berjaringan nasional di Ponorogo.

“Kita utamakan minimarket berjaringan lokal, untuk berjaringan nasional dirasa sudah cukup walaupun kuotanya masih ada,” ujar Sapto Djatmiko, Plt. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Ponorogo, Senin (15/3/2021).

Sapto menyebut bahwa saat ini sudah ada sekitar 30-40 minimarket berjaringan nasional yang ada di Ponorogo. Pun lokasi untuk mendirikan minimarket berjaringan nasional juga sudah ditentukan oleh pemerintah.

“Jadi pemerintah sudah menententukan ruas jalan mana yang saja bisa dibangun minimarket tersebut,” bebernya.

Terkait izin minimarket berjaringan nasional tersebut, dirinya mengklaim bahwa semuanya sudah memiliki izin yang sah dan sudah sesuai dengan peraturan pemerintah.

“Jadi jika ada yang izinnya habis, kita surati dan beri waktu 30 hari untuk mengurus, jika tidak kita tutup saja,” imbuh Sapto.

Sapto memastikan, penghentian izin usaha itu hanya berlaku untuk minimarket berjejaring nasional saja. Pihaknya tetap memberikan izin bagi usaha minimarket lokal. Pun, jumlah minimarket lokal sampai saat ini sudah mencapai 300 toko.

“Hanya minimarket berjejaring nasional saja yang dibatasi. Untuk toko swalayan lokal tidak,” terangnya.

Selain itu, hingga saat ini DPMPTSP juga belum memberikan kuota untuk pendirian minimarket berjaringan nasional di beberapa kecamatan yang ada di Ponorogo.

BACA JUGA :  Kenalkan Padi Varietas Baru, Bupati Ponorogo: Bisa Panen Sampai 16 Ton per Hektare

“Ada empat Kecamatan yakni Kecamatan Ngebel, Kecamatan Pudak, Kecamatan Mlarak, dan Kecamatan Jambon,” terang Sapto. (son/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here