Penyintas COVID-19 Alami Kendala Penerimaan di Masyarakat dan Tempat Kerja

0
16
Covid
Prosesi wisuda penyintas COVID-19 diikuti keluarga dan para prajurit TNI, usai dinyatakan sembuh dari virus corona, Rabu (17/3/2021). (Rama/PIJARNews.ID)

SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Radian Jadid, Ketua Relawan Program Pendampingan Keluarga Pasien COVID-19 (PPKPC) Rumah Sakit Lapangan Indrapura Surabaya, menuturkan, masih sering terjadi beberapa kendala yang dihadapi oleh pasien sembuh, namun hasil swab terakhir masih positif. Ditemukan beberapa kejadian penolakan penyintas COVID-19 yang sudah sembuh untuk kembali pulang ke lingkungannya, ataupun juga penolakan dari tempat mereka bekerja, karena mensyaratkan hasil swab yang harus negatif.

“Hal tersebut hendaknya menjadikan catatan bersama bagi semua stakeholder terkait. Bahwa permasalahan COVID-19 tidak hanya pada ranah medis saja, tapi juga mencakup aspek non-medis seperti psikologis, ekonomi, serta sosial kemasyarakatan,” ujarnya, usai menggelar wisuda penyintas COVID-19, Rabu (17/3/2021).

Menurutnya, pentingnya pemahaman yang benar serta mengkonfirmasi isu, berita dan informasi kepada pihak yang berwenang dan berkompeten, akan sangat membantu meluruskan persepsi yang berkembang di masyarakat.

“Penyintas COVID-19 di mana saja harus percaya diri kalau sudah sembuh, dan mereka berhak hidup normal serta mendapatkan hak-haknya dalam bekerja dan hidup bermasyarakat,” kata Jadid.

Radian Jadid mengungkapkan, seperti yang dialami oleh salah satu wisudawan, Melati (nama samaran), berdomisili di kawasan Surabaya Selatan. Saat pemulangan dari rumah sakit berlangsung, ia sudah nampak gelisah. Melati merasa belum sembuh, dan dia takut kembali ke kost karena pengelola kost yang sudah dikabari tentang kesembuhannya di RSLI, tidak mau menerima dia sebelum menunjukkan hasil swab negatif.

BACA JUGA :  Debat Perdana, Korwil Merah Hati: Jokowi Lebih Solutif dan Taktis

“Ia minta untuk ditemani pada saat pulang. Salah satu relawan RSLI memberikan edukasi lanjutan kepada penyintas tersebut. Lalu, diyakinkan bahwa ia sudah sembuh, dan putusan dari Dokter Penanggung Jawab Pasien tersebut merupakan hasil kesimpulan selama perwawatan oleh tim dokter yang berkompeten,” terangnya.

“Jadi kesembuhan yang dinyatakan sudah melalui pertimbangan medis yang matang dan terukur. Yakin sudah sembuh dan siap kembali beraktifitas seperti biasa dengan tetap menjalankan protokol kesehatan selama pandemi masih berlangsung,” imbuhnya.

Sembilan bulan lebih beroperasi, bertempat di lapangan parkir Rumah Sakit lapangan Indrapura (RSLI) hari ini mewisuda 17 penyintas COVID-19. Jumlah tersebut menggenapi 6.627 orang yang telah dirawat dan dinyatakan sembuh.

“Hingga saat ini sejumlah 6.949 penderita COVID-19 telah masuk dan dirawat di RSLI. Wisuda kali ini diantaranya satu keluarga, prajurit TNI dan beberapa individu, dimana komposisinya masih merepresentasikan sejumlah penyumbang pasien COVID-19, yakni dari klaster perusahaan, keluarga serta individu,” paparnya. (ram/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here