Futsal
Rashati Inamas Reppi (26), Pelatih YBKFC, Rasyid Ahmad Renaldi (20),salah satu pemain YBKFC, berlatih kelincahan di tengah pandemi COVID-19 di Perumahan Kahuripan Nirwana, Kabupaten Sidoarjo. (Rama/PIJARNEWS.ID)

SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Pandemi COVID-19 yang terjadi selama setahun ini, terasa semakin berat jika dilakukan latihan rutin bagi para pemain futsal. Hal ini, dirasakan oleh salah satu klub futsal Surabaya Yellow Black FC (YBKFC).

Klub yang berdiri tahun 2014, dengan anggota sekitar 20 orang dan berusia 18 sampai 21 tahun ini, tetap menjaga kebugaran dengan cara berlatih. Kegiatan yang dilakukan secara rutin satu minggu sekali ini dilaksanakan secara terpisah, mengingat, segala bentuk keramaian telah dilarang oleh pemerintah agar tidak tertular virus corona.

Rashati Inamas Reppi (26), Pelatih YBKFC, mengatakan, latihan agility dan latihan kecepatan bisa dilakukan di tempat yang kecil, seperti di halaman rumah, tanpa harus di tempat yang luas seperti lapangan.

“Tujuannya untuk melatih tubuh di bagian otot. Supaya kualitas para pemain tetap terjaga selama wabah COVID-19,” ujarnya, saat ditemui di Perumahan Kahuripan Nirwana, Kabupaten Sidoarjo, Rabu siang (17/3/2021).

Selain berlatih kelincahan, para pemain juga berlatih pemanasan dan melakukan pergerakan tanpa bola, yang kemudian dilanjutkan dengan latihan passing dan heading.

“Yang jadi kendala selama ini adalah kebutuhan pemain dalam beraktivitas di lapangan. Tentu hal itu menjadi sebuah kesedihan bagi kami. Karena, jika tidak dilakukan latihan, kemampuan pemain akan menghilang,” keluhnya.

Menurut Rashati, para pemain yang melakukan latihan di rumah secara online merupakan bentuk pencegahan dari virus corona. Supaya, mereka bisa mengisi waktu luangnya setiap hari.

BACA JUGA :  Cegah COVID-19, PDPM Jombang Semprot Disinfektan di Sejumlah Masjid

“Kami berharap pandemi ini cepat berakhir, masyarakat dan pemain futsal lainnya bisa berolahraga, bermain di lapangan, dan beraktivitas seperti biasanya,” pungkasnya.

Sementara itu, Rasyid Ahmad Renaldi (20), mahasiswa asal Politeknik Indonesia sekaligus salah satu pemain YBKFC, mengaku, latihan di rumahnya sebanyak 2 dan 3 hari sekali.

“Latihannya meliputi pemanasan, control bola, pasing dan kelincahan,” imbuh remaja yang sudah bergabung di┬áklub┬átersebut pada 6 bulan yang lalu.

Ia berharap, meski di tengah merebaknya virus corona, masyarakat tetap menjaga kebugarannya dengan melakukan olahraga ringan. (ram/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here