Nasib 19 Sertifikasi Guru PAI di Ponorogo Terkatung-Katung Akibat PPG Belum Jelas

0
22
Ponorogo
Ketua AGPAII Kabupaten Ponorogo, Dahlan. (Foto: istimewa)

PONOROGO, PIJARNEWS.ID – Akibat pandemi COVID-19, progam pendidikan profesi guru (PPG) terkena imbasnya, sejak tahun lalu program peningkatan profesional guru tersebut ditiadakan. Hal tersebut juga berdampak pada guru pendidikan agama Islam (PAI) di Ponorogo.

“Ada sekitar 19 guru PAI yang tahun ini tidak bisa memproses sertifikasi, ya karena tahun lalu tidak mengikuti PPG,” kata Ketua DPC Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Ponorogo, Dahlan, Jum’at (19/3/2021).

Dahlan menyebut jika ingin tetap melaksanakan PPG, para tenaga pendidik tersebut harus mengikuti PPG secara mandiri dengan biaya hingga Rp8 juta. Karena untuk syarat mendapatkan sertifikasi guru harus mengikuti program PPG.

“Kalau dikeluarkan secara pribadi biaya 8 juta, termasuk mahal bagi para guru,” imbuh Dahlan.

Pihaknya sebenarnya sudah mengusulkan dan mendesak kantor kementerian agama (Kemenag) Ponorogo untuk bisa membiayai program tersebut. Namun, Kemenag beralasan bahwa tidak memiliki anggaran untuk itu.

“Akhirnya dilempar ke Dinas Pendidikan, semoga 19 guru tersebut bisa tercover oleh Pemkab, ya nanti dengan pembinaan dari Kemenag Ponorogo,” papar Dahlan.

Dahlan memastikan bahwa ke 19 guru tersebut merupakan guru PAI yang memang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Ponorogo. Sertifikasi tersebut dirasa sangat penting selain meningkatkan kualitas seorang guru, juga demi memberikan tunjangan kesejahteraan.

“Ya harapannya kami segera diadakan PPG, supaya tahun berikutnya bisa dapat mengurus sertifikasi dan mendapatkan tunjangan,” pungkasnya. (son/mad)

BACA JUGA :  Himpunan Mahasiswa Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong Menggelar Kompetisi di Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here