Jember
Pemyimpanan Pelampung saat dilakukan sidak oleh Komisi B dan C DPRD Jember. (Andi/PIJARNEWS.ID)

JEMBER, PIJARNEWS.ID – Hingga saat ini sebanyak 39 ribu lebih pelampung bergambar Bupati Faida dan Wakilnya Abdul Muqit Arif masih tertimbun di Aula “Joko Tole” yang terletak di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Jember.

Ribuan pelampung itu, merupakan pelampung bantuan bagi seluruh nelayan di Kabupaten Jember yang direalisaikan oleh ULP Bagian Pembangunan, yang kemudian diserah terimakan ke Dinas Perikanan pada akhir tahun 2018 melalui anggaran dari Perubahan APBD Kabupaten Jember tahun 2018.

Nilai anggaranya tak main-main, yakni sebesar Rp6,1 miliar. Terdiri dari Rp4,4 miliar untuk membeli 55 ribu pelampung berstandar SNI, kemudian sebesar Rp1,7 miliar digunakan untuk membranding pelampung. Brandling berupa sablon logo Pemkab dan foto Bupati Faida beserta Wakilnya Abdul Muqiet Arief. Tak ada penjelasan apa maksud sablon branding tersebut.

Meski dibeli sebanyak 55 ribu unit, tak semua pelampung dapat didistrisbusikan. Sebab, di kabupaten Jember jumlah nelayan tak sebanyak itu, akhirnya hingga saat ini ribuan pelampung hanya ditimbun oleh Dinas Perikanan.

Berdasarkan keterangan Plt Kepala Dinas Perikanan Tigo Dewanto, pembagian pelampung dibagikan berdasarkan jumlah kapal, dimana jumlah kapal nelayan baik kapal besar, sedang, maupun kecil hanya berjumlah 2.734 unit.

“Rincian pembagian, kapal besar mendapat 30 pelampung, kapal sedang 15 pelampung, dan untuk kapal jukung (kecil, red) 4 pelampung,” katanya, Kamis (18/3/2021).

Tigo menuturkan, jika dihitung, baru sebanyak 15.595 unit pelampung yang terdistribusi dan sebanyak 39.405 unit pelampung sisanga yang belum terdistribusi.

BACA JUGA :  Menyangkut Nama Baik Keluarga, Polri Enggan Ungkap Penyakit yang Diderita Maaher

Jumlah itu, kata dia, sudah merata, keseluruh nelayan baik nelayan yang ada di Kecamtan Ambulu, Puger, Gumukmas, maupun Kencong.

Tigo selaku Plt Kepala Dinas yang baru saja diangkat oleh Bupati Jember Hendy Siswanto pada Jum’at (12/3) lalu itu, mengaku, masih menunggu arahan lebih lanjut, untuk menindaklanjuti keberadaan puluhan ribu pelampung ini.

Ketua Komisi B DPRD Jember Siswono yang membidangi Perikanan, mengatakan, pihaknya telah meminta kepada Plt Kepala Dinas tak mengambil langkah pendistribusian pelampung, sebelum ada arahan dari pihak terkait.

Siswono mengaku, pihaknya juga telah mengecek secara langsung kondisi alat keselamatan nelayan bernilai miliaran itu, menurutnya kondisi pelampung masih terawat dan tidak ada kerusakan.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto, mengungkapkan, sejak awal pengadaan pelampung pada masa kepemimpinan Bupati Faida itu sudah bermasalah, karena data pengadaan tidak berdasarkan kebutuhan.

“Iya sisa, karena jumlah nelayan tak sebanyak itu,” katanya.

David menyarankan Dinas Perikanan segera berkonsultasi dengan aparat penegak hukum, apakah bisa didistribusikan atau tidak.

Legislator Nasdem itu, berharap, agar persoalan pelampung peninggalan Bupati Faida jangan dibebankan kepada kepala daerah yang baru.

“Jangan dibebankan. Karenanya, harus ada solusi terhadap keberadaan barang ini,” pungkas David.

Untuk diketahui, keberadaan pelampung untuk nelayan yang belum terdistribusi, pertama kali terkuak pada saat sidak anggota DPRD Jember di akhir tahun 2020 lalu. Sejak saat itu, belum ditemukan solusi terkait keberadaan pelampung ini. (as/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here