Bulog
Pemimpin Bulog Ponorogo Eko Yudi Wiranto. (Foto: Istimewa)

PONOROGO, PIJARNEWS.ID – Wacana pemerintah pusat untuk mengimpor beras sebanyak 1 juta ton, nampaknya menimbulkan polemik. Tak terkecuali di Bumi Reog, hingga saat ini stok beras di gudang Bulog cabang Ponorogo masih 12.500 ton.

Hal tersebut disampaikan pemimpin Bulog Ponorogo, Eko Yudi Wiranto, bahwa saat ini di gudang bulog stok beras tersebut masih sangat aman dan melimpah.

“Masih sangat aman dan bisa dibilang melimpah” ujar Eko, Kamis (25/3/2021).

Lanjut Eko, bahwa stok beras tersebut masih aman hingga 6 bulan kedepan. Hal itu sesuai target dibandingkan sama Bulog cabang lain di wilayah Jatim.

“Intinya ditengah polemik. Tugas kami di lapangan menyerap sebanyak-banyaknya. Tentunya sesuai dengan kualitas yang disarankan di Permendag 24 tahun 2020,” katanya.

Ditanya tentang harga pembelian gabah kering panen dalam negeri, Eko menyebut dengan kualitas kadar air paling tinggi 25 persen dan kadar hampa atau kotoran paling tinggi 10 persen sebesar Rp4.200 per kilogram di petani atau Rp4.250 per kilogram di penggilingan.

Sementara untuk pembelian gabah kering giling dalam negeri dengan kualitas kadar air paling tinggi 14 persen dan kadar hampa atau kotoran paling tinggi tiga persen sebesar Rp5.250 per kilogram di penggilingan atau Rp 5.300 per kilogram di gudang Perum Bulog.

“Harga pembelian beras dalam negeri dengan kualitas kadar air paling tinggi 14 persen, butir patah paling tinggi 20 persen, kadar menir paling tinggi dua persen dan derajat sosoh paling sedikit 95 persen sebesar Rp8.300 per kilogram di gudang Perum Bulog,” tegasnya

BACA JUGA :  Ancaman Golput dalam Pemilihan Serentak Lanjutan Tahun 2020

Eko merinci, total stok beras sebanyak 12.500 ton tersebut 2.300 ton merupakan beras dari petani. Sementara 11.000 lainya sisa tahun 2020

“12.500 tahun 2020 dan pengadaan sekarang, dengan kualitas medium,” urainya. (son/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here