Salah satu Mahasiswa KKN Unesa bersama siswa sedang melukis mural di Balai RW 6 Kampung Dukuh Sutorejo, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, usai mengikuti rutinitas pembelajaran daring. (Rama/PIJARNEWS.ID)

SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Pandemi Covid-19 atau virus corona dimanfaatkan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang sedang melaksanakan KKN, untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran daring.

Tim yang terdiri dari 15 orang dari berbagai fakultas memberikan pendampingan belajar online di Balai RW 6, Kampung Dukuh Sutorejo, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya.

Ketua KKN Unesa Gelombang IV, Kelompok Surabaya 5, Rahmat Agus Prastio, menjelaskan, sejumlah siswa setempat mengaku tidak maksimal dalam mengikuti belajar daring. Mulai orang tua yang kurang paham cara mengakses internet, kualitas smartphone yang dimiliki hingga terbatasnya kuota.

“Berangkat dari masalah itu, kami memutuskan untuk hotspot wifi gratis untuk mengikuti proses belajar mengajar. Dengan kapasitas kuota 21 GB,” ujarnya, Jum’at siang (26/3/2021).

Siswa yang mengikuti belajar daring cukup banyak. Mulai dari usia dini, Taman Kanak-Kanak serta siswa Sekolah Dasar kelas 6. Tentunya, mereka tetap menerapkan protokoler kesehatan.

“Awalnya adek adek susah disuruh pakai masker, cuci tangan dengan alasan ribet dan terkesan menyepelekan. Lalu kami beri pengertian dan edukasi dengan teratur. Pada akhirnya mereka paham malah memberitahukan hal itu satu sama lain,” tuturnya.

Tak lupa juga disediakan mainan tradisional usai mengikuti pembelajaran daring. Seperti ular tangga, melukis mural, dakon, menyusun balok, membuat edukasi senyawa kimia dan lain sejenisnya. Lewat media tersebut, Mahasiswa KKN ini mengajak para murid untuk refreshing dan bersosialisasi dengan teman temannya.

BACA JUGA :  KKN STIT Pacitan, Gerak Tanam Pohon Buah di Kawasan Gunung Manggis

“Jadi kesannya belajar sambil bermain. Agar tidak jenuh selama wabah virus corona, dan meningkatkan motivasi mereka,” imbuhnya.

Selain itu, para mahasiswa membagikan sembako sebanyak 50 paket kepada para lansia dan warga setempat yang membutuhkan.

Agar menjadi berkesan, KKN Unesa juga memberikan pelatihan penerapan bercocok tanam secara hidroponik kepada warga dan ibu-ibu PKK.

“Mereka begitu antusias dan semangat karena berharap ada yang diunggulkan dari kampung ini. Serta bisa menjadi ciri khas kampung unggulan hidroponik. Tokoh masyarakat gerak cepat dengan himbauan ada satu rumah untuk satu hidroponik,” tandasnya. (ram/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here