Foto: Koleksi Ekowisata di Desa Wates Ponorogo. (arif/pijarnews.id).

PONOROGO – Selain terkenal dengan kesenian Reog, Ponorogo juga memiliki pesona alam yang sangat mengagumkan. Cerita sejarah demi sejarah di Ponorogo membuat kota ini tetap ada di hati siapa saja yang mengenalnya. Ponorogo juga memiliki banyak tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi, hampir di setiap jengkal akan kita temukan obyek wisata di Ponorogo yang akan membuat kita mengukir sensasi pengalaman saat berkunjung.

Salah satunya adalah Desa Wates, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo. Desa di Kaki Gunung Wilis ini juga merupakan satu jalur dengan wisata Telaga Ngebel. Sebagai salah satu desa yang letaknya di wilayah perbatasan antara Kecamatan Ngebel dan Kecamatan Jenangan, sebagian besar mata pencaharian penduduk adalah dengan bertani, menanam buah-buahan, memelihara ternak dan budidaya perikanan.

Desa Wates memiliki potensi pertanian dan perairan yang cukup memadai, memiliki beberapa perairan umum dan sumber mata air dengan sungai yang mengalir deras sepanjang tahun dari sumber Telaga Ngebel.

Melihat potensi-potensi tersebut, baik sumberdaya manusia dengan alam yang subur dan sumber air yang melimpah, telah memacu inovasi yang dilakukan pemuda desa yang juga merupakan aktivis Pemuda Muhammadiyah Ranting Wates, dengan membuat Kampung Ekowisata berbasis sumber daya perikanan.

Pariwisata yang telah terbukti mampu menjadi solusi dalam menopang ekonomi Negara Indonesia, menjadikan Industri pariwisata di berbagai daerah juga telah berdiri, untuk memberi dampak positif terhadap perkembangan ekonomi kerakyatan, dengan menciptakan lapangan kerja, menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan daerah dan lain sebagainya.

Kampung Ekowisata Wates ini berawal dari hasil program Call For Proposal Dompet Dhuafa, bekerjasama dengan Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Mandiri. Kampung Ekowisata berbasis sumber daya perikanan ini dimotori oleh Arif Kurniawan, Ketua Pokdakan Mina Mandiri sekaligus aktivis Pemuda Muhammadiyah yang merealisasikan dengan memebentuk kelompok Sadar Wisata dan mengorganisasi masyarakat untuk mengelola sumber daya yang ada di desa Wates.

Program Ekowisata Pokdakan Mina Mandiri yang bekerjasama dengan Dompet Dhuafa ini melipiti wisata edukasi budidaya lele, nila, gurame organik, agro belimbing dan pemancingan serta kuliner spesialis gurame. Selain itu juga ada program one home, one bioflok, hingga saat ini sudah terwujud 25 kepala keluarga yang ikut serta didalamnya. Dengan program satu rumah satu kolam bioflok ini, diharapkan bisa memacu pembudidaya ikan untuk lebih berdaya dan meningkatkan perekonomian keluarga.

BACA JUGA :  MWC NU Beserta Banom di Bojonegoro Bagikan Ribuan Masker

Sampai saat ini, tercatat kolam sudah sebanyak 125 bidang dengan berbagai ukuran di Desa Wates. Benih belimbing juga sudah tertanam hingga 200 pohon, 60 pohon telah siap berbuah, 140 pohon dalam proses berbuah, ini merupakan penanaman terbanyak di sekitar lokasi Ekowisata Wates.

Ketua Mina Mandiri, Arif Kurniawan menjelaskan, “Kegiatan usaha dikembangkan masyarakat dengan pola kerjasama, antara pembudidaya ikan sebagai plasma dan kelompok pembudidaya ikan Mina Mandiri sebagai pelopornya. Sedangkan Operasional inti lebih berperan dalam memberikan bimbingan pengelolaan usaha dan pemasaran hasil produksi”. Terangnya.

Lebih lanjut Arif Kurniawan menambahkan, guna mengembangkan usaha, selain melakukan program kerjasama inti – plasma, juga akan dikembangkan hubungan kerjasama dengan penyalur sarana produksi, pelaku bisnis tataniaga ikan lele, nila, gurame dan produk turunannya serta dinas/ instansi terkait. Terutama dari Dinas Pertanian dan Perikanan, Arif Kurniawan mengucapkan banyak terimakasih atas semua bantuan yang diberikan selama ini, sampai saat ini ia mengaku telah menerima 4 paket mesin produksi.

Munaji, Kepala Desa Wates mengapresiasi  berbagai program kerja dari pemuda desa Wates tersebut. Programnya diakui langsung menyentuh masyarakat sekitar, beliau juga berharap semoga selalu maju dan berkembang untuk memberdayakan masyarakat.

Meskipun masih terdapat kendala dari permintaan ikan akhir-akhir ini yang semakin meningkat, sedangkan peningkatan permintaan pasar tersebut tidak diikuti dengan penambahan produksi. Hal ini terkait kendala  luasnya areal, teknologi budidaya, kesediaan modal, sarana produksi, benih unggul dan jumlah petani yang membudidayakan komoditas ini.

“Tetapi dengan optimisme yang kuat kami yakin ke depan akan berkembang pesat”, tutur Munaji.

Usaha perikanan mempunyai pasar semakin baik, hal ini karena bertambahnya masyarakat yang menggemari jenis ikan dan jenis produk olahannya. Saat ini mereka  juga sudah memproduksi olahan ikan seperti abon lele, kripik lele, stik lele dan pupuk organik cair.

Mereka juga bekerjasama dengan pemerintah, NGO dan berbagai pihak, dengan keyakinan kedepan usaha perikanan di Kampung Ekowisata Wates ini akan sangat menjanjikan.

kesimpulanya, Ekowisata merupakan suatu usaha yang menguntungkan secara finansial bagi masyarakat desa, untuk lebih mengembangkan budidaya ini, maka diperlukan upaya secara menyeluruh untuk meningkatkan produksi, dengan harapan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan membuka lapangan kerja bagi tenaga kerja produktif di pedesaan. (PIJARNews.ID)

Reperter: Arif K

Editor: Milada RA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here