Foto: Bazar SMM ahad pagi di Panti Asuhan Muhammadiyah Jl. Salak Magetan, pada 4 Agustus 2019. (totok/pijarnews.id).

MAGETAN – Saudagar Muda Muhammadiyah (SMM) Magetan, merupakan perkumpulan anak muda Muhammadiyah yang ingin membentuk diri sebagai para pengusaha muda. SMM Magetan dibilang masih seumur jagung, sebab mereka baru terbentuk sekitar bulan Juli 2019.

Salah satu ikhtiar gerak langkah SMM adalah dengan mengadakan bazar, secara perdana berlangsung pada Ahad pagi di Panti Asuhan Muhammadiyah Jl. Salak Magetan, pada 4 Agustus 2019 kemarin. Dalam acara itu, anggota SMM diwajibkan untuk membawa barang produksinya masing-masing, untuk diperkenalkan pada masyarakat dan warga Muhammadiyah.

Adha Zainul Muslimin, ketua SMM Mageta menjelaskan, “SMM adalah wadah bagi saudagar muda Muhammadiyah, untuk mengembangkan potensi masing-masing agar lebih tertata kembali. Nantinya dari SMM ini muncul saudagar Muhammadiyah yang bisa ikut berperan aktif untuk kemajuan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Saat bazar tersebut, semua anggota juga sepakat untuk melakukan gerakan sedekah pagi, hasil sedekah pagi tersebut akan digunakan untuk keberlangsungan operasional dalam SMM.

“Jika operasional SMM nanti sudah berkembang dan bisa mencukupi kebutuhan internal, maka gerakan sedekah akan disalurkan kepada pihak lain yang membutuhkan, seperti UMKM pemula yang membutuhkan modal.” Ungkap Adha Zainul Muslimin.

Pagi itu, anggota SMM juga menyediakan minuman dan snack gratis pada acara bazar. Rencananya bazar juga bisa dilaksanakan setiap Muhammadiyah mempunyai event, tidak hanya pada satu waktu di ahad pagi saja.

Karena anggota SMM juga masih dalam proses belajar, maka setiap sebulan sekali mereka mengagendakan untuk belajar kepada para pengusaha sukses. Diantaranya, pada bulan Agustus kemarin, mereka berkunjung khusus ke Bapak Kusnadi, seorang Owner Ayam Geprek SAKO di Sragen, dari beliau mereka mendapatkan banyak ilmu sebagai seorang pengusaha.

BACA JUGA :  Bangun Budaya Literasi, AMM di Garut Adakan Diskusi Dua Mingguan

Beberapa pesan Bapak Kusnadi sempat mereka catat diantaranya, “Harus belajar, adanya guru atau mentor, lingkungan yang baik dan mendukung, tidak mudah menyerah, dan memiliki keyakinan untuk sukses.” Pesannya kepada anggota SMM Magetan.

Selain itu, bulan November kemerin mereka juga sempat belajar dengan Bapak La Ode di Ponorogo. Beliau memberi wawasan tentang strategi investasi dan saham. Terahir, anggota SMM juga ditugaskan PDPM Magetan untuk memenuhi undangan pelatihan wirausaha PWPM di Hotel Sofia Juanda Sidoarjo, pada 21-22 September 2019. Dengan diwakili oleh empat orang, dirasa kegiatan tersebut sangat menambah ilmu dan wawasan mereka.

Melihat perkembangan SMM Magetan, ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Magetan, Imam Yudhianto Sutopo, S.H, M.M berharap jika SMM harus menjadi embrio bagi munculnya gerakan dakwah ekonomi di PDPM Magetan.

“Saya berharap dari SMM ini menjadi titik awal terbentuknya sebuah amal usaha ekonomi milik PDPM Magetan, yang nantinya bisa sebagai sarana penopang dakwah di masyarakat Magetan.” Pungkas Imam Yudhianto Sutopo, S.H, M.M. (PIJARNews.ID)

Reporter: Totok

Editor: Milada RA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here