PONOROGO – Hari ini, Sabtu (19/10/2019) kabar duka menyelimuti warga Muhammadiyah Ponorogo. Salah satu kader terbaiknya, Hadi Taryono meninggal dunia dalam usia 67 tahun karena sakit.

Mendengar berita duka ini, Ketua PDM Ponorogo, Maftuh Bahrul Ilmi mengucapkan bela sungkawa yang mendalam, “Innalillahi wa Innailaihi roji’un. Segenap Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ponorogo ikut berduka sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bapak Hadi Taryono, semoga Beliau Husnul Khotimah.” Ucap Maftuh Bahrul.

Maftuh Bahrul juga segera menginstruksikan kepada PDPM Ponorogo dan KOKAM untuk segera merapat kerumah duka.

“Secepatnya saya minta kepada PDPM dan KOKAM untuk bisa merapat dan berbela sungkawa di rumah duka.” Instruksi Maftuh.

Perlu diketahui bahwa Hadi Taryono merupakan seorang aktivis di Muhammadiyah, hal ini diterangkan oleh Puryono.

“Beliau semasa hidupnya memiliki dedikasi yang tinggi terhadap persyarikatan Muhammadiyah. Beliau juga pernah menjadi Ketua PDPM periode 1986-1990, serta sebagai Wakil Sekretaris PDM pada tahun 1995-2000”. Terang pria yang juga anggota DPRD tersebut.

Sebelum meninggal, Hadi Taryono juga masih aktif di PRM Bangunsari, bahkan Istrinya juga merupakan PR ‘Aisyiyah Bangunsari, hal ini terlihat jelas pada papan informasi yang ada di rumahnya. Selain itu, beliau juga merupakan takmir Masjid di PRM setempat. Almarhum meninggalkan seorang Istri dan 4 anak (2 putra & 2 putri). Menurut informasi di papan pengumuman duka, jenazah dikebumikan di Pemakaman Umum Taman Arum Mangkujayan Ponorogo. (PIJARNews.ID)

BACA JUGA :  PDPM Kabupaten Malang Tetap Gelar Raker Ditengah Pandemi

Reporter: Agus Supatma
Editor: Milada RA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here