Kenang Saat Jadi Mahasiswa UMM, Bupati Pamekasan: Saya Belajar Banyak ke Prof. Muhadjir

0
54
ALUMNI SUKSES: Bupati Pamekasan Baddrut Tamam merupakan salah satu alumni UMM yang sukses berkarir di jalur politik. Setelah menjadi anggota DPRD termuda, ia terpilih menjadi bupati.

MALANG, PIJARNEWS.ID – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) banyak melahirkan ribuan alumni yang tersebar di penjuru nusantara, bahkan dunia. Salah satu di antaranya Baddrut Tamam yang saat ini menjabat Bupati Pamekasan. Selama di UMM, banyak kenangan yang menginspirasinya saat menjadi pemimpin.

Baddrut -sapaan akrabnya- menceritakan awal pendaftaran di UMM. Saat itu, ia mendaftar tepat satu jam sebelum pendaftaran ditutup. Saat itu, kondisinya cukup rumit. Ditambah lagi dengan hilangnya beberapa pesyaratan yang tertinggal di bus.

“Kebetulan saat itu saya dari Yogyakarta langsung ke Malang. Alhamdulillah, berkat nilai rapor yang cukup bagus, saya akhirnya diterima di UMM tanpa melalui tahapan tes,” katanya bangga.

Selama studi di kampus putih, salah satu yang menjadi tempat tongkrongannya adalah perpustakaan UMM. Ia seringkali menghabiskan waktu dengan membaca buku dan berdiskusi bersama teman-teman lain. Bahkan sempat membentuk Lembaga Kajian Islam dan Psikologi bagi mahasiswa bernama Phenomenon.

Baddrut juga mengisahkan perjalanan hidupnya hingga memahami arti bekerja keras. Saat itu, ia kurang bisa memanajemen uang. Uang saku yang diberi ibunya seringkali habis sebelum waktunya. Memang, duit tersebut habis untuk untuk makan atau membeli buku. Positif menurutnya. Tapi, gara-gara “boros” membeli buku, kebutuhan lainnya terabaikan.

Karena itu, ia berinisiatif untuk berjualan kerupuk demi mendapatkan uang jajan tambahan. Tak disangka, usahanya berjalan dengan lancar. Tiap minggu ia bisa meraup keuntungan Rp 2 juta. “Jumlah tersebut bisa dibilang cukup banyak di masanya. Akhirnya teman-teman sering saya ajak ke rumah makan Pak Soleh,” katanya berkelakar.

BACA JUGA :  Gus Irsyad Ketua IKA UMM: Kami Siap Bersinergi dengan Warek III Nur Subeki

Sampai akhirnya dia kembali ke kampung halaman, terbentang jalan berkarir sebagai politisi. Terpilih menjadi anggota DPRD termuda, menurut Baddrut merupakan bagian dari ketersesatan di jalan yang benar. Jalan yang kemudian mengantarkannya menjadi Bupati Pamekasan.

Menurutnya, jabatan bukanlah sebuah tujuan, melainkan alat perjuangan. Tidak peduli apapun merk dan tipe kendaraannya, hal terpenting adalah tujuannya. Ia kemudian menceritakan perjalanan hidupnya tak lepas dari sosok Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP Menko PMK RI yang pernah menjabat sebagai Rektor UMM.

“Saya suka berkunjung ke beliau meski tidak dipanggil. Mengobrol, kemudian mendapatkan rekomendasi buku serta meresumenya. Hal itu sungguh memberi saya manfaat yang luar biasa,” tegasnya. Baginya, kalau ingin jadi orang hebat harus belajar pada orang hebat pula.

Selain itu juga harus menjaga sikap kepada orang lain. Saat menjadi mahasiswa Psikologi UMM dulu, Ia mengaku belajar bahwa orang itu tidak suka dihina. Sebaliknya, mereka lebih suka diperlakukan dengan baik. “Mungkin karena hal itulah saya bisa terpilih menjadi DPRD termuda pada 2009 dan kini menjadi Bupati Pamekasan,” pungkasnya menerangkan. (fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here