TAK LAYAK: Seorang pemotor harus menuntun motornya saat melintas di jembatan Dong Kelong yang menghubungkan Desa Sendang dan Desa Baosan Lor di Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo. Kondisi jembatan tersebut sangat memprihatinkan dan membahayakan warga yang melintas

PONOROGO, PIJARNEWS.ID – Resah dengan kondisi jembatan yang terancam ambruk, sejumlah pemuda di Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, melakukan penggalangan donasi melalui media sosial. Mereka berinisiatif menggalang dana, karena jembatan tersebut perannya sangat vital.

Imam Muchtar, salah seorang inisiator penggalangan dana mengatakan, jembatan Dong Kelong yang ada di Desa Sendang dan Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo kondisinya memprihatinkan.

“Jembatan ini terbuat dari kayu sepanjang 35 meter dan lebar 1,5 meter. Dibuat swadaya oleh masyarakat sekitar 5 tahun yang lalu. Mungkin karena dimakan usia, di tambah kondisi cuaca, sekarang jembatan terancam ambruk. Sebetulnya tiang penyangga jembatan sudah ada, tetapi landasan hanya terbuat dari kayu,” katanya, Minggu (6/6/21).

Jembatan tersebut memiliki peran vital bagi masyarakat Dusun Pucung Desa Sendang dan Dusun Galih Desa Baosan Lor. Segala aktivitas mulai ekonomi, kesehatan, serta pendidikan bergantung pada akses jembatan tersebut.

Dengan tidak layaknya jembatan untuk dilewati, warga Sendang yang hendak ke Baosan Lor atau ke pusat Kecamatan Ngrayun maupun sebaliknya, harus memutar. Akibatnya, waktu tempuhnya memakan waktu lebih lama.

“Dengan kondisi tersebut disepakati masyarakat kedua dusun, untuk membentuk panitia pembangunan. Direncanakan pembangunan jembatan mulai dilaksanakan pada pertengahan Juni 2021, total biaya yang dibutuhkan sekitar Rp. 159.997.000,” terangnya.

Diakuinya, pembangunan yang dilakukan dengan swadaya masyarakat itu juga didukung pemerintah kedua desa. Pembangunan jembatan tersebut tak bisa mengandalkan dana desa karena terbatas.

BACA JUGA :  PPKM Mikro diperpanjang, Bupati Ponorogo: Wisata Dibuka dengan Batas Pengunjung 50 Persen

Sementara itu, Kades Baosan Lor Parlan sebagaimana dilansir gemasurfm.com mengatakan, pihaknya telah mengupayakan permohonan pembangunan jembatan tersebut pada Pemkab Ponorogo. Namun, belum ada titik terang. Sementara, anggaran desa jauh berkurang karena refocusing. (ags/fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here