INOVATIF: UMM menjadi satu-satunya kampus swasta yang masuk 10 besar yang mendapat hibah PKKM Kemendikbud. Ada empat prodi yang lolos seleksi, yakni Teknik Mesin, Teknologi Pangan, Peternakan, dan Akuakultur.

MALANG, PIJARNEWS.ID – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) masuk dalam daftar 10 besar kampus negeri/swasta yang mendapat Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) Kemendikbud RI. Program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas dan relevansi program sarjana.

Ketua Tim Taskforce PKKM UMM Prof. Sujono menuturkan, UMM berhasil memperoleh pendanaan lebih dari 8,1 miliar dalam program tersebut. Raihan tersebut menempatkan UMM di posisi pertama Perguruan Tinggi Swasta (PTS) penerima dana PKKM.

“Kami juga berada di posisi pertama di antara 28 perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah yang memperoleh dana hibah ini,” terangnya lebih lanjut. Dalam deretan kampus negeri dan swasta, UMM menempati posisi kesepuluh.

Selain UMM, kampus yang masuk 10 besar lainnya di antaranya Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Brawijaya, Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Jember, Institut Teknologi Bandung, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Tadulako.

UMM yang digolongkan di Liga I menurut Sujono, mampu berkompetisi dengan PTN dan PTS dengan meloloskan empat prodinya. Yakni Prodi Teknik Mesin, Teknologi Pangan, Peternakan dan Akuakultur.

Sebelum diajukan, keempat prodi itu juga sudah melalui penilaian dari universitas sehingga meningkatkan persentase lolos di tahap PKKM. “Sebenarnya ada lima prodi dan Institutional Support System yang sudah kami ajukan. Namun hanya ada empat yang lolos dan didanai,” jelasnya.

Sujono melanjutkan, program ini memiliki tujuan yang terangkum dalam delapan indikator kinerja utama (IKU). Mulai dari kesiapan kerja lulusan, mahasiswa dan dosen di luar kampus, serta kualifikasi dan penerapan riset dosen. Termasuk kemitraan, pembelajaran dalam kelas hingga akreditasi internasional.

BACA JUGA :  Alumni Pemuda Muhammadiyah Jatim Apresiasi Pengangkatan Nur Subeki sebagai Warek III UMM

Dosen yang juga menjabat sebagai Koordinator Asisten Rektor UMM itu berharap, raihan ini bisa meningkatkan capaian akademik serta kualitas lulusan dosen dan pembelajaran yang ada di UMM. Selain itu, ia berharap hal ini bisa dikembangkan di prodi lain sebagai bentuk dukungan akan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digalakkan pemerintah.

Sementara itu, Rektor UMM Fauzan menuturkan, UMM sudah mendesain konsep kampus merdeka sejak lama. Yakni pada tahun 2000-an. Sejumlah unit bisnis yang telah dimiliki UMM menjadi laboratorium terapan bagi mahasiswa.

“Kami juga memiliki banyak kerjama sama, baik dalam negeri maupun luar negeri. Sebut saja jalinan dengan Erasmus Mundus Plus dari konsorsium Uni Eropa yang melibatkan mahasiswa, karyawan, serta dosen,” jelasnya.

Selain itu, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMM yang kini diubah menjadi Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) juga meyediakan berbagai skema. Tidak hanya terbatas pada skema top down saja, tapi juga menggunakan skema yang disesuaikan dengan passion mahasiswa.

“Berbagai kebijakan equivalensi seperti ini sudah kita lakukan sejak lama. Maka, secara substansial UMM relatif siap, karena budaya yang telah dibangun memang selaras dengan konsep kampus merdeka,” tegas Fauzan.

Ia menjelaskan bahwa aktivitas tersebut akan terus didorong sampai UMM menjadi centre of excellence berbasis program studi. Hal itu merupakan salah satu jawaban akan kampus merdeka. “Semoga kita bisa menjalankan program ini dengan lebih masif, baik di tingkat universitas, nasional, bahkan internasional,” harapnya. (fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here