SINERGI: Menko PMK Muhadjir Effendy meminta UMM terus meningkatkan kualitas, salah satunya membangun jaringan alumni yang kuat agar semakin optimal memberikan kontribusi bagi bangsa.

MALANG, PIJARNEWS.ID – Lima alumni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang menduduki jabatan penting sebagai kepala dan wakil kepala daerah mendapat sambutan luar biasa kala halalbihalal Ikatan Alumni Mahasiswa (IKA) UMM, Sabtu (12/6/2021). Kisah mereka di masa kuliah, ditampilkan dalam sebuah drama.

Di antaranya Bupati Pasuruan Muhammad Isryad Yusuf yang merupakan ketua umum IKAUMM, Bupati Pamekasan Badrut Tamam yang merupakan ketua IKAUMM Jatim, Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto, Wakil Bupati Pacitan Gagarin, hingga Wakil Bupati Kaimana Papua Barat Hasbullah Furuada.

Tak hanya secara luring di dome UMM, kegiatan halalbihalal yang menerapkan protokol kesehatan ketat ini dilaksanakan daring melalui zoom serta kanal YouTube UMM. Untuk memanggil kembali jiwa muda para alumni, acara ini juga menghadirkan tema UMM tahun 90an.

Tak hanya pada dekorasi panggung dan dresscode para peserta, adapula jejeran foto aktivitas mahasiswa pada tahun 1990-2000 yang dipamerkan di belakang tempat duduk. Hadir pada kesempatan itu, Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Prof. Muhadjir Effendy.

Gelaran ini juga turut mengundang para alumni yang telah sukses di dunia entertainment. Seperti juara tiga KDI 2020 Mochammad Abdul Wahid dan komika Abdurrahim Arsyad. Bahkan, Abdur yang merupakan alumni UMM angkatan 2006 juga didapuk menjadi MC.

Untuk menambah kemeriahan, UMM turut mengundang Paduan Suara Mahasiswa Gitasurya, Band Terima Kos Putri (TKP), dan iringan biola dari Sugianto. Adapula penampilan kecapi dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI).

Selain itu, ada hal unik yang sudah disiapkan dalam agenda halalbihalal tersebut. Yaitu penampilan drama lima tokoh alumni yang sukses menjadi kepala daerah saat kuliah dulu.
Tidak jarang penampilan ini mengundang tawa para alumni yang hadir. Usai penampilan, para kepala daerah kemudian menceritakan masa lalunya yang paling berkesan tersebut.

Salah satu kisah yang ditampilkan adalah kisah Wakil Bupati Kaimana Papua Barat Hasbulla Furuada. Dulunya, ia merupakan salah anggota Resimen Mahasiswa ketika berkuliah di UMM. Di zaman yang serba kekurangan, Hasbullah kadang mengambil jambu di dekat kosnya.

“Dulu paling cepat dapat uang bulanan itu sekitar tiga bulan. Jadi saya sering kelaparan, kadang mengambil jambu di dekat kos saya. Pernah suatu ketika, saya mengambil jambu. Ternyata pemilik pohon jambu tepat berada di depan saya. Untung saya diperbolehkan mengambil jambu tersebut,” kenang Hasbulla.

BACA JUGA :  UMM Kembali Juara Kontes Mobil Hemat Energi

Kisah lain yang didramakan adalah cerita Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto. Pada zaman kuliah, Didik dikenal sebagai mahasiswa yang rajin dan mempunyai catatan yang paling rapi. Karena hal tersebut, catatan perkuliahannya sering dipinjam kawan-kawannya.

“Saya sampai sering sekali mendapat komisi di tempat fotokopi karena saking banyaknya teman yang memfotokopi catatan perkuliahan saya,” kata Didik. Selain dua kisah tersebut, terdapat tiga kisah lainnya yang tak kalah unik.

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf misalnya. Ia seringkali diminta untuk menjemput para pemateri dan undangan hanya karena dia yang memiliki SIM. Kisah Bupati Pamekasan Baddrut Tamam juga tidak kalah menarik. Mulai dari kesuksesannya berjualan kerupuk ketika mahasiswa, memiliki telepon genggam.

Terakhir, ada cerita dari Wakil Bupati Pacitan Gagarin yang ketika menjadi mahasiswa, sering sekali mengamati aktivitas di pasar.

Pada kesempatan yang sama, Muhadjir berkata bahwa banyak sekali alumni UMM yang berprestasi, baik di bidang pemerintahan maupun lainnya. Karena hal itu, UMM harus segera membangun kekuatan dan jaringan alumni dalam rangka membangun dharma bakti demi mewujudkan slogan dari UMM untuk bangsa.

“Jangan berpuas diri dengan capaian UMM sekarang. Kita harus terus berpacu ke depan, dan alumni sebagai pendukungnya. Tanpa memiliki bekal yang baik, kita tidak bisa menyiapkan alumni untuk beradaptasi dengan perubahan-perubahan drastis. Terimakasih kepada para alumni yang telah datang, baik daring maupun luring. Selamat telah meniti karir dengan baik, semoga UMM tetap jaya,” harapnya.

Senada dengan Muhadjir, Rektor UMM Fauzan juga menekankan pada pembentukan jaringan alumni yang teratur dan baik. “Terima kasih kepada para alumni yang telah menyempatkan diri hadir di acara ini. Semoga rintisan yang luar biasa ini dapat dikembangkan dalam bentuk jaringan produktif, dalam rangka membawa UMM untuk bangsa,” jelasnya. (fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here