SURABAYA – Locus Perdamaian Indonesia yang bekerja sama dengan Equal Access International mengadakan kegiatan Youth Leaders Peace Camp (YLPC). Bertempat di Gedung BP PAUD dan DIKMAS Jawa Timur, Jl. Gebang Putih No. 10, Keputih, Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya, dengan diikuti peserta dari berbagai lintas agama, lintas daerah dan bahkan lintas negara, acara tersebut berlangsung selama dua hari pada, Sabtu – Minggu (19-20/10/2019).

Nafi’ Muthohirin, Direktur Utama Locus Perdamaian Indonesia menjelaskan kenapa YLPC harus dilakukan. Pertama, dunia saat ini dipenuhi sikap saling curiga, kecurigaan itu seringkali didasari atas perbedaan agama, etnis, suku dan kelompok yang pada akhirnya memunculkan konflik berkepanjangan. Padahal dalam banyak temuan, konflik-konflik yang dibumbui isu SARA tersebut justru ‘diminyaki (dipicu) oleh keterlibatan aparatur keamanan atau pihak ketiga.

Kedua, diharapkan YLPC adalah ruang perjumpaan bagi para pemimpin muda lintas agama, suku dan bahkan negara yang bertujuan untuk saling memahami setiap identitas yang dimiliki oleh warga negara, khususnya di Indonesia.

Sedangkan peserta dari berbagai latar belakang yang berbeda tersebut antara lain berasal dari Amerika Serikat, Kanada, Belanda, Australia dan dari Indonesia sendiri yang diwakili sebanyak 30 anak muda dari beberapa daerah di Indonesia.

Saat memberikan sambutan, Nafi’ Muthohirin berpesan kepada para alumni YLPC, agar nantinya terus menggiatkan acara serupa demi terciptanya toleransi untuk kehidupan warga negara dan dunia yang harmonis.

BACA JUGA :  Tol Surabaya-Malang Bakal Rampung, Alfi Nurhidayat: Ada Lonjakan Wisatawan ke Batu

“Kami berharap agar setiap alumni YLPC bisa terus menggiatkan model perjumpaan seperti Youth Camp ini. Dengan berbagai meteri seperti resolusi konflik, peace starts with forgiveness, negosiasi konflik dan lainnya. Sehingga biar bisa tumbuh kesadaran pada semua generasi millennial tentang pentingnya harmoni, kebersamaan, penghormatan dan rasa toleransi antar sesama identitas, Indonesia sangat butuh para Peace Maker.” Tutur Nafi’ Muthohirin yang juga merupakan Dosen di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang.

Nur Asiah, salah satu peserta dari Jakarta sekaligus Mahasiswi Universitas Buya Hamka (UHAMKA) mengatakan bahwa kegiatan ini penting agar stigma buruk satu sama lain, khususnya antar umat beragama bisa terhapus.

“Dalam kegiatan ini, seluruh peserta baik yang muslim maupun non-muslim belajar tentang prinsip-prinsip cipta damai. Tak hanya itu, kegiatan ini harus menjadi pertemuan lintas agama yang menghapuskan stigma buruk satu sama lain, sehingga penting diikuti generasi muda untuk saling membagi semangat cinta damai.” Simpul Asiah.

Forum YLPC ini sebelumnya juga pernah dilakukan di beberapa kota seperti Malang, Aceh dan Ambon, kedepan kegiatan ini akan tetap terus diadakan di berbagai kota di seluruh Indonesia. (PIJARNews.ID)

Reporter: Faisol

Editor: Milada RA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here