SALAM LIMA JARI: Yabhysa Provinsi Jawa Timur menyiapkan puluhan pendamping atau pasien supporter TBC yang akan ditempatkan di 9 rumah sakit di Jatim.

SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera (Yabhysa) Provinsi Jawa Timur memandang peningkatan jumlah pasien TBC resisten obat di Jawa Timur, menjadi salah satu masalah yang harus tetap diberi perhatian khusus di masa pandemi covid-19.

Pasalnya, pasien TBC RO memiliki banyak tantangan dalam menjalani pengobatan yang dijalani selama 9 – 24 bulan. Hal ini menjadi kekhawatiran terhadap keberlanjutan pengobatan pasien hingga tuntas dan sembuh.

Karena itu, Yabhysa menyiapkan personel-personel berpengalaman untuk menjadi pendukung dan pendamping pasien TB RO hingga sembuh dan tuntas pengobatan. Personel tersebut dilatih selama 5 hari di Hotel Vasa Surabaya mulai Senin (14/6/2021) hingga Jumat (18/6/2021).

“Pendamping pasien diharapkan bisa menjadi ujung tombak keberhasilan pengobatan pasien TB RO melalui dukungan psikososial. Karena banyak pasien TB RO yang putus berobat, akibat kurangnya dukungan terhadap masalah psikologi, efek samping obat, dan beragam masalah sosial ekonomi yang dialami pasien,” kata Ketua Yabhysa Emi Yuliana.

Pendukung pasien atau pendidik sebaya ini merupakan masyarakat umum yang secara sukarela mendampingi pasien TB RO setelah mengikuti pelatihan khusus. Dalam program Yabhysa Peduli TBC tersebut, disiapkan 49 pendukung pasien yang ditempatkan di 9 rumah sakit.

“Yakni RS Soetomo Surabaya, RSUD Sidoarjo, RS Ibnu Sina Gresik, RSUD Jombang, RS dr Iskak Tulungagung, RS Saiful Anwar Malang, RS M. Noer Pamekasan, RS Paru Jember, dan RS dr. Subandi Jember,” kata Koordinator Program Yabhysa Peduli TBC Sholehhudin.

BACA JUGA :  Sering Terjadi Kecelakaan, Emil Minta Percepatan Perbaikan Jalan Gresik-Lamongan

Tak hanya melibatkan rumah sakit, Yabhysa juga melibatkan organisasi mantan pasien TB-RO. Seperti Rekat, Panter, Petir, dan Sekawan. Harapannya program ini bisa bermanfaat bagi pasien dan keluarganya serta dapat berjalan lebih masif dengan melibatkan berbagai pihak.

Kegiatan pelatihan tersebut dihadiri oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan tim ahli klinis TB-RO RS Ibnu Sina Gresik sebagai narasumber. Dinkes Jatim berharap program Yabhysa bisa membantu menekan angka drop out pasien TB-RO hingga kurang dari 10 persen.

Dinkes juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam membantu peningkatan kesehatan masyarakat Jawa Timur. Diketahui, Yabhysa juga memiliki sekitar 1.050 orang kader TBC yang aktif bersama-sama petugas puskesmas dalam rangka penemuan dan pendampingan kasus TBC di 29 Kab/Kota se-Jawa Timur.

“Kami berharap masyarakat dapat menerima dan merasakan manfaat keberadaan kader TBC. Yabhysa sangat membuka kesempatan bagi seluruh masyarakat Jawa Timur untuk ikut serta berkontribusi menurunkan angka penyakit TBC dengan berbagai bantuan yang diberikan” ujar SR Manager Yabhsya Peduli TBC Tri Lestari. (fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here