RESPEK: LPT PIBKFakultas Psikologi UMM menggelar seminar nasional yang membahas peluang individu berkebutuhan khusus dalam dunia kerja. Salah satu narasumbernya adalah Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.

MALANG, PIJARNEWS.ID – Kurangnya kesempatan kerja bagi individu berkebutuhan khusus, mendapat perhatian LPT Pengembangan Individu Berkebutuhan Khusus (PIBK) Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Karena itu, LPT PIBK UMM menggelar seminar nasional menyikapi fenomena tersebut, Sabtu (12/6/2021).

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Psikologi UMM Muhammad Salis Yuniardi mengatakan, individu berkebutuhan khusus perlu mendapatkan perhatian agar lebih mandiri, sehingga memperoleh akses untuk bekerja dan hidup yang layak.

Ia lantas mengisahkan seorang anak Romawi yang selalu berusaha membantu mereka yang mengalami kegagalan, telantar, dan yatim piatu. “Dari kisah tersebut, mari bersama-sama memberikan kontribusi dan bekerjasama untuk membantu individu berkebutuhan khusus agar mampu mendapatkan pekerjaan yang layak,” imbaunya.

Ada 3 narasumber yang menjadi pembicara dalam forum tersebut. Di antaranya Tulus Winarsunu yang menjelaskan perlunya persiapan masa transisi untuk menghadapi kehidupan setelah sekolah dan dunia kerja bagi siswa berkebutuhan khusus.

Ia memaparkan sebuah riset tentang gejolak individu berkebutuhan khusus di masa pandemi. Hasilnya, ia menemukan bahwa pandemi memunculkan kerugian bagi individu berkebutuhan khusus yang semakin mengalami gangguan double disadvantage.

Meski sedikit, masih ada keuntungan dari masa pandemi yang dirasakan oleh mereka. Yakni mudahnya pemantauan. Tetapi sejauh ini masalah yang terjadi jauh lebih besar daripada keuntungannya.

Selain itu, adapula masalah lain yang mengintai .Yakni perubahan mood serta kesejahteraan pada individu berkebutuhan khusus. Gejala ini dinamakan dengan gangguan worse mental well-being.

“Banyak rutinitas yang sekarang tidak biasa dilakukan, atau disebut dengan lose of progress and skills. Selain itu, berkurangnya teman mengakibatkan munculnya increased social isolation serta terjadinya physical deterioration and ucertain futures,” terangnya.

Selanjutnya, Mike Ragnar, pemilik Burger Buto menerangkan terkait bagaimana pengalamannya menyediakan pekerjaan bagi individu berkebutuhan khusus di Malang. Beberapa di antaranya yakni tuna grahita berat dan ringan, tuli, dan individu berkebutuhan khusus lainnya.

BACA JUGA :  13 Kali Beruntun, UMM Ditetapkan Kampus Unggulan Tingkat Swasta

Menurutnya, mereka sebenarnya bisa bekerja namun dengan perhatian ekstra. Banyak peluang untuk mereka tetapi kita harus telaten. Sejak 2015, Kedai Buto sudah mulai membuka lowongan untuk disabilitas. Dimulai dengan memberikan pengertian selama 3-6 bulan, kemudian baru bisa ditempatkan di berbagai bagian.

“Sebelum pandemi, kami sempat menerima training untuk anak disabilitas. Tetapi semenjak ada pembatasan, semua terhenti dan beberapa pekerja diberhentikan. Saat ini yang terpenting adalah kualitas, bukan kuantitasnya. Cita-cita saya adalah mempekerjakan para individu berkebutuhan khusus di garda terdepan. Saya mempersiapkan mereka untuk belajar menulis dan segala hal yang dibutuhkan,” jelas Mike.

Narasumber lainnya, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menyampaikan materi mengenai peluang berkarir bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Selain itu juga membahas kompetensi yang perlu dikembangkan. Sebagai walikota, ia mengaku seringkali memberikan kesempatan bekerja bagi disabilitas dalam sektor pemerintahan.

Menurutnya, salah satu yang bisa membuka pintu peluang bagi mereka adalah adalah orangtua. Orangtua harus terus mendorong anak untuk percaya diri. “Yang dibutuhkan penyandang disabilitas bukan hanya belas kasih atau fasilitas yang mengkhususkan saja. Melainkan dukungan pemerintah dengan memberi kesempatan yang sama di berbagai aspek,” tegasnya.

Dijelaskan Dewanti, sebenarnya orang-orang di sekitar memiliki empati yang sangat besar terhadap disabilitas. Demi meningkatkan hal itu, perlu adanya dorongan menjalin kerja sama antar pengusaha, pemerintah, dan instansi untuk memberikan lapangan usaha. Selain itu juga menyediakan fasilitas tempat yang layak bagi individu berkebutuhan khusus sehingga mereka bisa berdikari. (fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here