INOVATIF: Tim UMM foto bersama Bupati Pamekasan Baddrut Tamam (kiri) usai mengenalkan inovasi yang dibuat berupa wastafel otomatis.

MALANG, PIJARNEWS.ID – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memiliki inovasi baru, yakni wastafel otomatis. Inovasi tersebut selaras dengan budaya baru di era pandemi covid-19, yakni mencuci tangan sesering mungkin.

Wastafel otomatis tersebut dirancang Anwar Syaddad, Nasihul Fattah, dan Sania Umazatul Amsa, yang tergabung dalam satu kelompok Program Kreatifitas Mahasiswa – Karsa Cipta (PKM-KC). Setelah lolos pendanaan PKM Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti) pada (5/5), mereka melanjutkan perancangan alat itu pada bulan Juni ini.

Selain berangkat dari situasi pandemi virus corona ini, Anwar menjelaskan bahwa ketika mencuci tangan, masyarakat masih diharuskan untuk menutup keran. Hal itu membuat bakteri tidak benar-benar hilang. Pemasalahan kecil itulah yang memancing ide inovatif mereka hingga akhirnya mampu merancang tempat cuci tangan tanpa harus menyentuh.

“Alat ini sekaligus mengurangi risiko penularan melalui bakteri bekas sentuhan yang masih tertinggal di keran,” terangnya.

Mahasiswa kelahiran Pamekasan ini juga sempat menjelaskan bagaimana cara kerja wastafel otomatis yang dibuat. Alat tersebut memanfaatkan teknologi sensor penghalang, sehingga bisa mendeteksi ada tidaknya tangan sebagai penghalang. Jadi, air akan menyala tanpa adanya sentuhan di bagian keran.

Uniknya, wastafel ini juga memanfaatkan panel surya sehingga tidak bergantung pada listrik bangunan di sekitarnya. “Panel surya yang terpasang akan disandingkan dengan baterai sebesar 20 volt. Ukuran tersebut akan tetap bertahan selama dua hari meski tidak ada sinar matahari bahkan hujan,” katanya meyakinkan.

BACA JUGA :  Evaluasi Hasil Belajar SMA di Ponorogo Dilakukan Serentak

Mahasiswa jurusan Teknik Elektro ini juga menambahkan bahwa ada fitur lain yang disematkan di alat wastafel otomatis. Salah satunya fitur pengukur suhu. Ketika ada orang mencuci tangan, wastafel tersebut juga secara otomatis mengukur suhu tubuhnya.

“Data suhu setiap orang yang mencuci tangan nantinya akan ditambahkan dan di daftar di database website. Jadi pengecekan suhu otomatis tersebut bekerja secara offline dan online. Daftar yang didapat tentu akan sangat berguna untuk data medis sebagai bahan penelitian,” jelasnya.

Anwar selaku ketua kelompok PKM berharap, dengan adanya alat ini, bisa menjadi solusi dan upaya pencegahan virus corona. Terlebih lagi angka penularan yang semakin hari semakin naik. “Alat yang kami buat ini adalah bentuk kontribusi kami agar bisa bermanfaat bagi masyarakat luas. Pun kalau ada inovasi tambahan untuk wastafel ini, tentu akan dibuat sedemikian rupa agar lebih memberikan dampak positif,” pungkasnya. (fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here