Foto: Warek III UMM Nur Subeki saat didapuk menjadi inspektur upacara.

MALANG, PIJARNEWS.ID – Di tengah serangan pandemi yang belum membaik, Univesitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa menjaga semangat kemerdekaan, salah satunya melalui upacara kemerdekaan yang dilaksanakan pada Selasa (18/8) lalu. Berbeda dengan upacara kemerdekaan sebelum-sebelumnya, kini para peserta hadir secara daring melalui platform Zoom, adapun rentetan acara tetap dilakukan secara luring di Heliped UMM.

Didapuk sebagai inspektur upacara, Dr. Nur Subeki, ST. MT. selaku Wakil Rektor III UMM menyampaikan, bahwa sudah 76 tahun masyakarat memeriahkan dan memperingati kemerdekaan. Perlu adanya upaya-upaya strategis untuk merawat serta menjaga kedaulatan, utamanya kemerdakaan di tahun ini yang memiliki tema Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh.

Eki, -panggilan akrabnya- kembali menegaskan, bahwa ada beberapa hal yang seharusnya dilakukan oleh warga Indonesia. “Hal pertama ialah menengok sejarah lahirnya kemerdekaan Indonesia, kemerdekaan tersebut tidak diberikan oleh penjajah dengan cuma-cuma, namun hasil dari pengorbanan darah dan air mata para pejuang,” Katanya.

Sambil mengutip kalimat Bung Karno, bahwa perjuangannya lebih mudah karena hanya mengusir penjajah. “Namun perjuangan generasi selanjutnya lebih sulit karena harus menghadapi saudaranya sendiri,” tegasnya.

Selain itu adapula yang kedua, yakni menjawab bagaimana Muhammadiyah mampu mengisi kemerdekaan Indonesia. Salah satu upayanya dengan mendirikan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), termasuk di sektor pendidikan yakni pendirian UMM. Menurutnya, kampus putih menjadi lembaga yang strategis untuk melahirkan pemuda-pemuda yang unggul.

“Terbukti dengan raihan UMM yang diakui sebagai kampus Islam terbaik nomor satu dunia, begitupun dengan para alumninya yang mampu menjadi para pemimpin seperti Ketua KPU, Ketua DPRD, Wakil Bupati hingga Bupati,” tuturnya melanjutkan.

BACA JUGA :  Pedulikan Lingkungan, Inilah Kreasi Kelompok Program Pengabdian Masyarakat UMM

Eki juga sempat menyinggung proses adaptasi yang harus segera dilakukan, terutama di era digital seperti saat ini. Menurutnya, sivitas akademika UMM harus segera tumbuh, mengikuti dan memanfaatkan keadaan yang ada agar bisa menebar manfaat ke masyarakat luas. Kemudian di situasi pandemi seperti ini, Eki mendorong para peserta upacara untuk mengikuti perjuangan para pejuang. Ia menuturkan bahwa yang kuat harus berusaha membantu, yang mampu harus terus bertahan dan yang lemah harus tetap berusaha.

Terakhir, Wakil Rektor III ini juga mengajak sivitas akademika untuk mengimplementasikan wejangan dan pesan dari founding fathers UMM, Prof. Abdul Malik Fadjar. Di antara pesannya yakni senantiasa berpikir positif, optimis dan berlaku sederhana. Ada juga menghindari kesombongan serta siap sedia membantu sesama dan gotong royong. “Sekali lagi saya mengajak semua peserta untuk terus tumbuh untuk menjaga sekaligus merawat bangsa dan negera Indonesia ini,” tutupnya.

Tidak hanya  berhenti pada gelaran upacara, rentetan acara dilanjutkan dengan sepeda santai dan jalan mengitari kampus. Pelaksanannya juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat, mulai dari penggunaan masker, handsanitizer, serta menjaga jarak satu sama lain. Kemudian ditutup dengan pembagian hadiah bagi para peserta yang beruntung. (Hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here