Hadapi Era Society 5.0, Dosen UMSurabaya Dampingi Program Kampus Mengajar

0
43
MENGABDI: kegiatan Kampus Mengajar, adalah program dimana mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi (PT) ditempatkan untuk mengabdi dan membantu sekolah SD maupun SMP di berbagai daerah sesuai domisili terdekat mahasiswa.

PAMEKASAN, PIJARNEWS.ID – Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MB-KM) yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek), Nadiem Makarim pada tahun 2020, merupakan sebuah kebijakan yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Salah satunya yang dilakukan oleh dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya), Endang Suprapti, yang mengimplementasikan MB-KM melalui Kampus Mengajar (KM).

Endang, yang mengemban amanah sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kampus Mengajar Angkatan Ke-2 (KM 2) yang berlokasi di SD Negeri Larangan Slampar 1, Pamekasan. Berperan membimbing dan mengarahkan mahasiswa yang mengikuti program Kampus Mengajar hingga selesai. Dimana pada bulan Agustus 2021 ini, kegiatan KM 2 dimulai, dimana mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi (PT) ditempatkan untuk mengabdi dan membantu sekolah-sekolah dengan mengembangkan pembelajaran pada sekolah jenjang SD maupun SMP di berbagai daerah sesuai domisili terdekat mahasiswa.

Ada beberapa kegiatan mahasiswa saat menjalani program Kampus Mengajar 2, salah satunya yakni membantu kegiatan pembelajaran di sekolah. Diantaranya adalah mahasiswa KM 2 memberikan materi serta menerapkan tentang literasi dan numerasi kepada siswa, seperti yang dilakukan mahasiswa bernama Alifiyah Yusra Lana dari Universitas Negeri Malang (UM). “Kegiatan pembelajaran literasi ini dilakukan dengan metode bercerita, semisal cerita tentang Kemerdekaan Republik Indonesia (RI),” ujar Endang.

Mahasiswa juga memberikan materi melalui buku pembelajaran, seperti salah satu materi dengan Tema Kegemaranku. “Mereka (mahasiswa) juga mengarahkan pentingnya belajar melalui pembelajaran berbasis literasi dan numerasi, karena keahlian literasi dan numerasi merupakan komponen penting yang harus di miliki oleh setiap peserta didik dalam menghadapi era society 5.0. Sehingga nantinya peserta didik dapat menjalani hidup di luar ruangan kelas, baik dalam lingkungan masyarakat ataupun di dunia kerja. Terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, yang kita sendiri belum tau kapan berakhirnya,” pungkas Endang. (Hen)

BACA JUGA :  Manfaatkan Potensi Alam, ITS Rancang Alat Pengolah Biji Kemiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here